Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

ULANG TAHUN PROVINSI JATIM KE 74 TAHUN 2019


WADANDENPOM V/2 MENGHADIRI HUT PROV JATIM


Pada hari rabu tanggal 16 Oktober 2019 pukul 07.30 WIB di halaman kantor Walikota Mojokerto telah berlangsung upacara peringatan HUT Provinsi Jawa Timur ke 74 Tahun 2019, bertindak selaku Inspektur Upacara pada kesempatan itu adalah Asisten 1 Kota Mojokerto. 

Upacara tersebut dihadiri oleh Kasrem 082/CPYJ, Wakapolres Mojokerto Kota, Wadandenpom V/2 Mayor Cpm I Nengah Sindu Dharmawan, S.Sos, Danramil Magersari, Kasiintel Kejaksaan Negeri Mojokerto dan perwakilan dari Pengadilan Negeri Mojokerto serta Kadis Kota Mojokerto. 

Dalam amanat yang dibacakan oleh Asisten 1 Kota Mojokerto disampaikan pencapaian hasil dari Provinsi Jawa Timur saat ini dan target kedepan dari Provinsi Jawa Timu. Setelah upacara selesai, Asisiten 1 Kota Mojokertro dengan didampingi oleh seluruh Forkopimda membagikan trofy hadiah kepada para pemenang lomba desain batik khas Mojokerto. 


Dalam amanat yang dibacakan oleh Asisten 1 Kota Mojokerto disampaikan pencapaian hasil dari Provinsi Jawa Timur saat ini dan target kedepan dari Provinsi Jawa Timu. Setelah upacara selesai, Asisiten 1 Kota Mojokertro dengan didampingi oleh seluruh Forkopimda membagikan trofy hadiah kepada para pemenang lomba desain batik khas Mojokerto.







Dalam suasana kehangatan setelah kegiatan upacara selesai dan pembagiab trofy hadiah  Asisten 1 kota Mojokerto dan Forkopimda melaksanakan satap pagi sampai dengan berakhirnya kegiatan tersebut. Sindu (Pen)  

Rabu, 23 Januari 2013

Refleksi Kerusuhan Sumbawa


Aksi perusakan milik warga Bali di Sumbawa, NTB, bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian semata. Dia menilai berbagai elemen pemerintah wajib untuk bertanggung jawab untuk meredam kerusuhan di Sumbawa.
 “Kasus konflik massa yang sering terjadi di NTB ini harus diselesaikan secara integral, dimana peranan Pemda dan unsur Departemen terkait juga penting. Penanganannya tak bisa hanya jadi tanggung jawab aparat TNI, Polri, intelijen semata saja. 


Masyarakat juga berperan sangat penting,  warga harus pandai mengelola isu, apa yang harus ditanggapi sehingga tidak mudah terprovokasi dan berimbas kepada tindakan anarkis. 

Sebelumnya terjadi aksi perusakan rumah ibadah milik warga Bali di Sumbawa, NTB, yang berlanjut pada aksi pembakaran sejumlah rumah, toko, mini bus, sepeda motor dan supermarket, pada Selasa 22 Januari malam.  

Aksi perusakan dan pembakaran tersebut diduga merupakan buntut kasus kecelakan tunggal yang menimpa anggota polisi, Brigadir Eka Gede Suwarjana dan Arniati. Brigadir Eka merupakan warga keturunan Bali yang bertugas di Kepolisian Resort Sumbawa.
Sementara Arniati, warga Desa Berang Rea, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa, merupakan PNS di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumbawa.
Pada Sabtu, 19 Januari lalu, pasangan kekasih tersebut berboncengan sepeda motor. Nahas sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga menyebabkan Arniati meninggal dunia.
Dugaan kecelakaan itu disampaikan polisi setelah melakukan penyelidikan. Berdasarkan diagnosa dokter, korban meninggal akibat kecelakaan atau jatuh saat berkendara.  
Namun, keterangan polisi itu dibantah pihak keluarga korban. Mereka menduga Arniati tewas bukan akibat kecelakaan melainkan menjadi korban penganiayaan. Sebab, keluarga menemukan bekas luka di sekujur tubuh, dan beberapa tulang patah. Selain itu, korban juga mengalami gegar otak.
Kematian yang tak wajar itu tak hanya memancing emosi keluarga, namun juga warga sekitar. Kemarahan warga berbuntut pada pengerusakan rumah ibadah milik warga Bali di Sumbawa.

Sabtu, 19 Januari 2013

Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas


Kekompakan Kapolda Bali, Irjen Polisi Arief Wahyunadi, dan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, makin lengket. Dua jenderal dari korps berbeda ini sama-sama naik motor dari Denpasar menuju Tabanan, Sabtu (19/1) kemarin. Kegiatan ini serangkaian tur kampanye safety riding yang digagas Polda Bali.


Keduanya berkendara motor dari lapangan Renon, Denpasar menuju GOR Debes, Tabanan. Kapolda secara khusus menggunakan motor jenis trail lengkap dengan perangkat keselamatan. Sedang Pangdam memilih mengendarai motor jenis matik. Yang unik, Pangdam justru memakai baju adat Bali dengan menggunakan helm pengaman.



Di tengah perjalanan, dua petinggi ini sempat berhenti di Jalan Raya Abiantuwung, Kediri, tepatnya di denpan Masjid Al Huda, Kediri. Di tempat ini, Pangdam dan Kapolda rela menyeberangkan sejumlah pejalan kaki yang akan menyeberang di jalur zebra cross. Tanpa canggung, keduanya menggandeng sejumlah anak-anak dan pejalan kaki dewasa. Kontan saja, aksi ini menarik perhatian pengguna jalan lain yang kebetulan akan melintas. Tiba di GOR Debes, Kapolda dan Pangdam kompak memberikan orasi seputar pentingnya keselamatan berkendara atau safety riding.



Kapolda mengajak seluruh warga, khususnya pencinta tur motor dari berbagai komunitas memelopori program keselamatan berkendara di jalan raya. Sebab, angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Jumlahnya, jauh dibandingkan angka kriminalitas. ''Tur kami dari lapangan Renon ke Tabanan berjalan aman. Artinya, semua peserta berlalu lintas dengan baik. Warga juga tak ada yang komplain,'' tegasnya.



Sementara, Pangdam meminta semua peserta tur bermotor tidak sombong di jalan raya. Artinya, selalu menghormati pengguna jalan yang lain. ''Siapa pun itu orangnya. Mau masyarakat umum, pejabat, atau anggota harus mengedepankan rasa hormat di jalan raya,'' tegasnya.



Pangdam mengingatkan, sebelum melakukan perjalanan, wajib mengecek seluruh kesiapan berkendara. Mulai mesin, komponen kendaraan, hingga bahan bakar. Yang terpenting lagi, katanya, surat kelengkapan kendaraan. ''Jangan sekadar dicek. Pastikan bannya bagus. Karena, jika tidak ada ban, kendaraan tidak bisa jalan. Pastikan juga bahan bakarnya cukup agar tak mogok. Pokoknya dicek, biar nanti tidak cekcok di jalan. Kalau sudah cekcok ujung-ujungnya mapalu (berkelahi),'' tegasnya. 

Selasa, 15 Januari 2013

Selama 2012, 275 anggota TNI kena sanksi karena main perempuan

Bukannya menjadi abdi negara, sepanjang tahun 2012, tercatat sebanyak 275 prajurit TNI melakukan pelanggaran kode etik. Berdasarkan data hasil pelaksanaan operasi Gaktib dan Yustisi TNI tahun 2011 sampai 2012, para prajurit itu terbukti main perempuan.

"Peringkat perkara berdasarkan kuantitas, desersi tahun 2012 sebanyak 1,123 kasus, asusila atau perzinaan tahun 2012 sebanyak 275 kasus," kata Kadispenum Puspen TNI, Kolonel (Cpl) Minulyo Suprapto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (16/1).

Selain itu, pada tahun yang sama, kasus penganiayaan yang melibatkan prajurit TNI mencapai 355 kasus. Terlibat narkoba sebanyak 161 kasus, serta penyalahgunaan senjata api sebanyak 49 kasus.

TNI juga mencatat sebanyak 3.634 prajurit terlibat pelanggaran hukum dan sedang diproses. Dari jumlah tersebut, TNI telah menyelesaikan perkara sebanyak 3.298 perkara.

"Narapidana dan tahanan militer, sisa tahanan tahun 2012 sebanyak 414 orang. Tahanan masuk 1.812 orang, tahanan bebas 1.795 orang," terangnya.

Diharapkan, operasi Gaktib dan Yustisi TNI 2013 dapat menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melawan hukum.

"Adapun sasaran yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kepatuhan hukum, disiplin dan solidaritas prajurit TNI," terang Minulyo.

Rabu, 26 Desember 2012

Pratu Awang selamatkan ABG mau diperkosa di taksi

Seorang prajurit Divisi Infanteri 1 Kostrad Pratu Awang, berhasil menyelamatkan seorang gadis bernama AM (18). Saat itu AM hendak diperkosa sopir taksi yang ditumpanginya di daerah Depok.


Peristiwa terjadi Senin (24/12) malam. AM yang merupakan vokalis band BE Violet janjian bertemu rekannya di Jatibening, Bekasi. AM naik taksi berwarna kuning dari Jl Margonda Raya, Depok sekitar pukul 20.30 WIB.

Awalnya tak ada yang mencurigakan, tapi sopir itu kemudian malah berputar-putar tak jelas. Hingga keluar masuk kampung. Saat korban menegur, sopir taksi itu malah menodongkan pisau ke arah korban. Dia juga mengikat ABG berparas cantik ini.

Saat ada kesempatan, AM berteriak minta tolong. Beruntung di sekitar kejadian ada seorang anggota Kostrad bernama Prajurit Satu (Pratu) Awang.

"Pratu Awang berada dekat dengan TKP maka segera menolong korban dan menendang mobil taksi tersebut sampai penyok, Pelaku pun langsung kabur dan AM pun terselamatkan," demikian keterangan dari Penerangan Divisi I Kostrad Cilodong.

Danramil Kowad

Jajaran Korem 163/Wira Satya mengukir sejarah baru dengan menempatkan dua orang personel  Kowad (Korp Wanita Angkatan Darat) terpilih sebagai  Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) yang mana sebelumnya belum pernah ada di jajaran Kodam IX/Udayana.
 
Secara resmi tugas dan tanggung jawab Jabatan Danramil 1611-01/Dentim, Kodim 1611/Badung diserah terimakan dari pejabat lama Kapten Inf I Gusti Ngurah Putra kepada Kapten Cba (K) Ni Ketut Adi Rumawati  dan Danramil 1610-02/Banjarangkan, Kodim 1610/Klungkung  diserah terimakan dari pejabat lama Kapten Inf I Ketut Suarka kepada pejabat Baru Lettu Caj (K) Ni Ketut Purniawati, dilaksanakan di Markas Kodim masing-masing pada, Kamis (20/12).

Koramil adalah Satuan Kewilayahan  (Satuan Teritorial) yang ada di tingkat Kecamatan mempunyai fungsi dan tugas yang sangat penting sebagai pelaksana Sistem Pertahanan  Semesta (Sishanta) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Keamanan, dimana Koramil mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pembinaan teritorial dan perlawanan rakyat yang meliputi, pembinaan Geografi, Demografi dan Kondisi Sosial yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara.
Adapun tugas pokok Koramil adalah melaksanakan Pembinaan Teritorial dalam rangka mendukung tugas pokok Kodim dalam bentuk kegiatan antara lain, Melaksanakan Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, dengan pemahaman yang mendalam tentang tatanan nilai-nilai kebangsaan. Melaksanakan Pembinaan Wawasan Kebangsaan, meliputi pembangunan kualitas sumber daya manusia, kualitas kepemimpinannya dan kualitas pengabdiannya. Melaksanakan Pembinaan Kesadaran Bela Negara dan Cinta Tanah Air melalui peningkatan yang mendalam tentang jati diri Bangsa Indonesia, jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan Bangsa Indonesia dalam pembelaan terhadap Negara. Melaksanakan Pembinaan Kemanunggalan TNI denagan Rakyat, dengan mewujudkan pemahaman mendalam tentang jati diri TNI, yang sesungguhnya berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan berbuat untuk kepentingan rakyat dan terakhir adalah melaksanakan Pembinaan Perlawanan  Rakyat (Wanra) sesuai dengan tanggung jawab dalam rangka menciptakan ketahanan wilayah.

Berkenaan dengan tugas yang berat tersebut menuntut organisasi setingkat Koramil sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di wilayah senantiasa dilaksanakan penyegaran dengan cara salah satu diantaranya adalah pergantian pejabat sesuai dengan kebutuhan organisasi dan demi pembinaan karier serta menambah wawasan dan pengalaman tugas personel yang bersangkutan.
Pada Upacara Serah Terima Jabatan dan Tanggungjawab Jabatan Danramil 1611-01/Dentim yang dilaksanakan di Makodim 1611/Badung, Komandan Kodim 1611/Badung Letnan Kolonel Arh. I Made Kusuma Graha,S.IP, sebagai Inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa sertijab Danramil 1611-01/Dentim sebagai hal yang khusus karena pejabatnya dari Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad).  Untuk itu, kepada pejabat baru hendaknya kesempatan dan kepercayaan ini benar-benar dipertanggungjawabkan. Pimpinan mengharapkan dengan kehadiran Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) sebagai Danramil dapat membawa aura dan membawa warna baru di Satuan Komando Kewilayahan dan dapat meningkatkan pelaksanaan Binter di wilayah serta mampu mengadakan pendekatan kemasyarakatan yang lebih humanis dan lembut namun tetap tegas sehingga sasaran Binter dapat tercapai.
 
Sementara itu Dandim 1610/Klungkung Letnan Kolonel  Czi I Made Sutia, sebagai Inspektur Upacara Sertijab Danramil 1610-02/Banjarangkan yang digelar di Makodim 1610/Klungkung, dalam amanatnya menyampaikan harapan yang sama terhadap pejabat Danramil baru yang kebetulan juga sama-sama dari Kowad, dengan hadirnya sosok Kowad akan dapat menumbuhkan suasana baru didalam menggalang dan meningkatkan  kemanunggalan TNI dengan rakyat yang akan mempunyai pengaruh langsung terhadap peningkatan citra TNI dimata masyarakat.

Senin, 24 Desember 2012

Usai Bentrok, LB dan PB Sepakat Damai


Dua ormas yang terlibat bentrok pada Minggu malam, yakni Laskar Bali (LB) dan Padangsambian Bersatu (PB) akhirnya berdamai. Kesepakatan damai itu dicapai setelah dimediasi oleh pihak Polresta Denpasar.

Dalam perundingan damai ini, Penglingsir Puri Pemecutan ikut turun tangan mendamaikan dua pihak yang berkonflik. Cokorda Pemecutan meminta kedua belah pihak berdamai dan menyudahikonflik tersebut.

Pembina Laskar Bali Gung Kusuma awalnya enggan berdamai dengan Ketua Padangsambian Bersatu, Gung Cilik. Gung Kusuma malah meminta polisi mengusut tuntas penyerangan terhadap pihaknya. Namun setelah diminta Cokorda Pemecutan, keduanya akhirnya sepakat berdama dengan cara berpelukan.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Ida Bagus Made Sarjana menjelaskan, pimpinan dari masing-masing ormas datang dan telah menyepakati damai.

"Laskar Bali dihadiri Gung Kusuma dan Ketut Rochineng, sementara dari Pemuda Padang Sambian Bersatu dihadiri oleh Gung Cilik. Mereka sepakat damai,kedua ormas sepakat untuk menahan diri dan tidak melakukan serangan," 

Ikut hadir dalam pertemuan ini Walikota Denpasar IB Rai Mantra, serta Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya. Dari pertemuan tadi juga disepakati untuk mengelar upacara persembahyangan di Pura besar di sekitar lokasi kejadian bentrok.

Rabu, 28 November 2012

Paksa Mabuk, Anggota TNI Dibunuh Rekannya


Penyebab perkelahian Kopka Samuel dengan Kopka Gusti Swastika Atmaja di Cafe Citra Desa Sembung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, yang akhirnya menewaskan Kopka Atmaja, Minggu (25/11/2012) akhirnya terungkap. Kopka Samuel tak terima dengan sikap Kopka Atmaja yang memaksa mabuk Yono, rekan yang mentraktir mereka berdua.
"Si Yono kan tidak minum, tapi Gusti (Atmaja) memaksa mabuk, mungkin karena dia mabuk juga, Kopka Samuel tak terima karena Yono telah mentraktir mereka.
Kopka Samuel menganggap Atmaja tak sopan karena memaksa Yono minum-minuman keras. Akibat perselisihan kecil ini, keduanya terlibat perkelahian hingga mengakibatkan tewasnya Kopka Atmaja dengan luka lebam di bagian perut dan pendarahan di otak. Setelah diperiksa dua hari oleh Denpom, status Kopka Samuel kini telah resmi menjadi tersangka.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kopka Atmaja ditemukan tewas di proyek gedung Dinas Pendidikan, Tabanan, Bali, Minggu (25/11/2012). Sebelum meregang nyawa, Atmaja menghabiskan malam minggu di Kafe Citra Desa Sembung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan bersama rekannya sesama anggota TNI Kopka Samuel. Keduanya datang satu mobil ke kafe dan duduk satu meja dengan dua cewek kafe berinisial P dan I.

Senin, 26 November 2012

Oknum TNI Jadi Pengedar Sabu


Blitar : Menjadi pengedar sabu-sabu di wilayah Kademangan, seorang anggota TNI dibekuk Satuan Reserse narkoba Polres Blitar, Jawa Timur.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan dua rekannya yakni Samsuri, warga Desa Sumber Jati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Serta seorang wanita bernama Latifah, warga Desa Nambaan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Kusnan, anggota TNI dengan pangkat pembantu letnan dua atau Pelda yang bertugas di Pamekasan Madura itu harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar bersama ketiga rekannya yang diduga sebagai sindikat pengedar sabu-sabu antar provinsi.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 2 gram sabu-sabu, satu bong, beberapa alat penghisap dan ponsel yang digunakan ketiga tersangka untuk bertransaksi barang haram tersebut. Sepucuk senjata api jenis revolver berukuran 9 milimeter lengkap dengan peluru aktif, juga ikut diamankan dari para tersangka. Ia juga mengaku nekat menjadi pengedar sabu-sabu karena himpitan ekonomi.(TNT)
Sumber: Liputan6.com

Usai pesta Miras anggota TNI Tewas

Teka-teki tewasnya oknum anggota TNI Kopka Gusti Swastika Atmaja di areal Pemkab Tabanan, mulai terkuak. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban diduga tewas akibat kehabisan darah. Sebab, saat dibawa dari lokasi kafe, korban masih sadar. Dari keterangan beberapa orang saksi yang diperiksa, ada satu saksi yang melihat langsung kronologi adu fisik antara korban dan salah satu temannya. Dari aksi duel itu, korban terjatuh, kepalanya membentur batu di aspal. Korban berdarah, lalu dinaikkan ke mobil Toyota Kijang L 1182 PH. Karena lukanya dianggap tak parah, korban akhirnya diturunkan di lokasi proyek. Kebetulan, motor korban diparkir di sana. Karena tak tertolong, korban akhirnya meninggal. ''Hasil keterangan saksi dan olah TKP, korban diduga tewas karena kehabisan darah.  Hasil olah TKP di depan kafe tempat korban berkelahi ditemukan darah yang menempel di batu. Diyakini, batu ini yang menghantam kepala belakang korban hingga terluka. Untuk memastikan pemicu tewasnya korban, masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Sanglah, Denpasar. 
Dari hasil pemeriksaan, katanya, kasus itu bukan murni pembunuhan. Melainkan, penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal. Dari sejumlah saksi, tak satu pun warga sipil yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut. 

Selasa, 20 Maret 2012

Gejolak Naiknya Harga BBM

Kenaikan BBM lagi-lagi mengancam rakyat Indonesia yang tergolong kurang mampu. Layaknya anak ayam yang menjerit-jerit menanti makanan dari induknya, rakyat Indonesia menderita lahir dan batin. Ribuan mahasiswa di tanah air berkoar-koar menyuarahkan aspirasi mereka. Entah akan didengarkan suara rakyat melalui dirinya, atau hanya akan dianggap dinamika dari negeri demokrasi oleh para pejabat yang akan segera dilupakan. bagaikan ludah yang kau tak akan menoleh lagi padanya, begitu pula dengan nasib rakyat yang sebentar lagi akan menderita setelah BBM dinaikkan. Ironisnya rakyat Indonesia sangat mudah lupa terhadap sebuah moment termasuk kenaikan BBM. Setelah  BBM naik massa akan memberontak anarki dan tentunya hal ini sudah menjadi bagian dari rancangan antisipasi pemerintah. Dengan kepintaran yang dimiliki oleh pemerintah, mereka meyakini bahwa lambat laun rakyat akan terbiasa dengan kenaikan BBM dan melupakan gejolak dalam proses kenaikannya, hingga pada akhirnya menjadi investasi besar pada pendapatan negara indonesia.
Pro dan kontra kenaikan harga BBM selalu menjadi buah bibir masyarakat ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Berikut beberapa argumen:
1. Alasan mengapa Harga (Pengurangan subsidi BBM) mesti dinaikkan atau dilakukan versi pemerintah;
Pertama. Menurut Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta pengurangan subsidi BBM dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat. Beliau mengatakan bahwa sekitar 70% pengguna BBM bersubsidi adalah dari kalangan menengah ke atas. Jadi, keputusan untuk menaikkan harga BBM sudah menjadi langkah yang tepat. Bila tak dilakukan, maka pemerintah akan kehabisan dana APBN untuk masyarakat mampu.
Kedua. Jika BBM tidak dinaikkan, maka akan mengancam APBN negara yang semakin menjadi beban sehingga pembangunan berkurang. Menurut ketua fraksi  partai demokrat Jafar Hafsah mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi sudah tidak bisa dihindari lantaran harga minyak dunia sudah di atas 115 dollar AS per barrel. Padahal, kata dia, asumsi harga minyak di APBN 2012 hanya 90 dollar AS per barrel.
2. Argumen yang tidak setuju kenaikan harga BBM
Pertama kenaikan harga BBM dapat menyebabkan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, bahkan dua kali kenaikan. Kenaikan harga pertama disebabkan oleh isu kenaikan BBM dan kenaikan kedua setelah harga BBM itu sendiri telah dinaikkan. Ironisnya penurunan harga pokok tidak sejalan dengan pengurangan harga BBM. Seperti pada tahun sebelumnya dimana BBM dinaikkan sampai 3 kali dan diturunkan sampai 3 kali lagi (Lihat iklan Kampanye SBY periode lalu) setelah BBM turun, harga tidak seketika menurun. Contohnya saja harga beras, ingatkah Anda berapa harga beras sebelumnya? Inilah yang menjadi permasalahan bagi masyarakat kita yang cenderung cepat melupakan masa lalu yang tanpa mereka sadari telah menjadi penyebab penderitaan kini. Namun, bagi pemerintah justru penyakit cepat lupa ini menjadi kesempatan emas untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat(katanya)seperti yang disebutkan oleh Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Sebenarnya ada banyak keganjilan pada argumen pemerintah yang setuju dengan kenaikan BBM dikatakan bahwa kenaikan BBM untuk menlindungi masyarakat yang kurang mampu, lantaran menurut pemerintah 70% subsidi BBM selama ini Cuma digunakan oleh orang mampu. Jika memang seperti itu, maka rasanya tidak ada alasan untuk menaikkan harga BBM. Kemudian dari, itu saya sendiri pernah menggunakan kupon BBM gratis yang saya dapatkan dari pejabat daerah yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Apakah kupon ini yang dimaksud dengan subsidi bagi orang mampu? Entahlah, sebagai rakyat biasa kami hanya bisa mempercayakan kepada pemerintah yang terhormat yang tentunya tidak mau melihat rakyatnya menderita di atas kemewahan mereka.
Kedua. Alasan pemerintah untuk menaikkan BBM untuk mengurangi beban APBN lantaran minyak dunia yang mengalami kenaikan harga, sehingga tidak ada jalan lain selain menaikan harga BBM dinilai kurang tepat. Hal itu disebabkan karena pemerintah dinilai kurang mampu untuk melihat potensi yang ada di Indonesia ; tidak tegas mengambil kebijakan dan cenderung memikirkan pemasukan terbesar bagi negara tanpa mempertimbangkan kelangsungan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kemajuan pertamina yang telah menemukan sumur Donggi Sulawesi Tengah yang menembus angka produksi di atas 17 juta  kubik per hari (MMSCFD). Sayangnya pertamina tidak mengalokasikan sumber daya ini untuk Indonesia, malainkan mengekspornya ke negara-negara tetangga di tengah keadaan masyarakat yang mengeluhkan harga kenaikan BBM. Sudah jelas bahwa pemerintah tidak pernah serius pada kesejahteraan masyrakat, mereka selalu mengatakan bahwa tidak jalan lain selain menaikkan harga BBM, mungkin mereka buta sehingga tidak tegas dalam membuat kebijakan.Lagi pula, jika kita berpatokan pada harga minyak dunia lantas BBM dinaikkan tentunya ini telah menyalahi Undang-Undang yang mengatakan bahwa kenaikan harga BBM di dalam negeri tidak dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia.
Selanjutnya antara setuju atau tidak saya serahkan pada Anda!

Selasa, 25 Oktober 2011

Komandan Paspampres Beri Sanksi Anak Buah


VIVAnews - Komandan Pasukan Pengaman Presiden, Mayor Jenderal Agus Sutomo, mengakui adanya kelengahan petugas saat acara pembukaan Asean Fair di Bali.
Mereka justru ikut menyaksikan aksi aerobati ketika Nyoman Minta, kakek yang berusia sekitar 60 tahun, berhasil  'nyelonong' di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika acara tersebut.
Terkait hal itu, pihaknya langsung menjatuhkan sanksi kepada anggota yang ketika itu bertugas.  "Di lapangan langsung saya kasih sanksi. Perwiranya juga saya kasih sanksi," kata Agus, di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 25 November 2011.

Namun, Agus enggan menyebut apa sanksi yang diberikan kepada anakbuahnya tersebut. Menurut rencana, Jumat 28 Oktober 2011 besok, pihaknya akan evaluasi menyeluruh semua anggota Paspampres, agar tidak terjadi hal serupa. "Jumat saya kumpulkan semua untuk evaluasi," ucapnya.
Agus menambahkan dalam acara kemarin anggota yang berjaga berjumlah 56 yang terdiri seluruh anggota Ring 1, 36 tim advance dan 20 orang yang menempel presiden. Ia juga telah melaporkan insiden ini kepada Panglima TNI dan Kapolri yang kebetulan ada di lokasi. "Saya mendampingi Kapolri dan Panglima TNI. Sudah ada laporan dan komunikasi," imbuhnya.

Terkait kejadian tersebut, Panglima TNI sudah meminta maaf langsung ke Presiden. Hal itu akan menjadi perbaikan, untuk meningkatkan sistem keamanan dan tak ada pasukan yang lengah lagi.

Lalu bagaimana reaksi Presiden? "Beliau  lebih mengutamakan rasa kemanusiaannya.  Orang tua itu [Nyoman] jangan dikasari," kata Agus.

Bobolnya Ring 1 saat kunjungan RI-1 di Bali



Dengan menggunakan sepeda ontel, seorang tukang kebun di kawasan wisata Bali Tourism Development Coorporation (BTDC)  membuat panik petugas keamanan kepresidenan karena nyelonong hingga di depan Presiden.

Insiden ini terjadi ditengah ketatnya pengamanan pembukaan Asean Fair 2011 di Nusa Dua Bali, Senin (24/10). Insiden terjadi tepat di depan podium kehormatan dan disaksikan para Menteri Keamanan Asean.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu menyatakan menyayangkan insiden tersebut terjadi ditengah prosesi pembukaan Asean Fair. Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya pengamanan pariwisata di Bali.

“Tadi saya juga cukup terkejut, kok ada nyelonong, untung warga kita, ternyata tukang kebun disini, masih di cek oleh BTDC, mungkin BTDC bisa ditanya, sudah dipanggil orangnya,” ujar Ida Bagus Subhiksu.

Subhiksu menyampaikan dari keteranganya sementara tukang kebun tersebut awalnya hendak pulang setelah selesai melakukan tugas membersihkan kebun di kawasan BTDC. Saat melintas di depan panggung kehormatan tukang kebun tersebut membawa satu karung botol bekas minuman minderal dan buah kelapa. Tukang kebun tersebut mengakui tidak mengetahui adanya acara di wilayah tersebut dan hanya sekedar hendak lewat.

Hingga acara usai tukang kebun tersebut masih diintrogasi dan dimintai keterangan. Terlihat tukang kebun tersebut gemetaran saat diintrogasi oleh polisi berpakaian preman.

Sementara Kapolda Bali dan Pangdam IX Udayana menolak untuk memberikan keterangan saat ditemui di kawasan BTDC Nusa Dua. (mlt)
Dengan menggunakan sepeda ontel, seorang tukang kebun di kawasan wisata Bali Tourism Development Coorporation (BTDC)  membuat panik petugas keamanan kepresidenan karena nyelonong hingga di depan Presiden.

Insiden ini terjadi ditengah ketatnya pengamanan pembukaan Asean Fair 2011 di Nusa Dua Bali, Senin (24/10). Insiden terjadi tepat di depan podium kehormatan dan disaksikan para Menteri Keamanan Asean.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu menyatakan menyayangkan insiden tersebut terjadi ditengah prosesi pembukaan Asean Fair. Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya pengamanan pariwisata di Bali.

“Tadi saya juga cukup terkejut, kok ada nyelonong, untung warga kita, ternyata tukang kebun disini, masih di cek oleh BTDC, mungkin BTDC bisa ditanya, sudah dipanggil orangnya,” ujar Ida Bagus Subhiksu.

Subhiksu menyampaikan dari keteranganya sementara tukang kebun tersebut awalnya hendak pulang setelah selesai melakukan tugas membersihkan kebun di kawasan BTDC. Saat melintas di depan panggung kehormatan tukang kebun tersebut membawa satu karung botol bekas minuman minderal dan buah kelapa. Tukang kebun tersebut mengakui tidak mengetahui adanya acara di wilayah tersebut dan hanya sekedar hendak lewat.

Hingga acara usai tukang kebun tersebut masih diintrogasi dan dimintai keterangan. Terlihat tukang kebun tersebut gemetaran saat diintrogasi oleh polisi berpakaian preman.

Sementara Kapolda Bali dan Pangdam IX Udayana menolak untuk memberikan keterangan saat ditemui di kawasan BTDC Nusa Dua. 

Jumat, 21 Oktober 2011

Salah Satu Sifat manusia Yang Kurang Baik " Memaksakan Kehendak "

Allah telah menciptakan potensi positif dan negatif di setiap diri manusia, dalam bahasa agamanya, Taqwa dan Fujur (asy-syams:7-10). Agar tidak terjerat dalam sifat negatif, manusia dianjurkan untuk menggunakan akal dalam mencapai hidayah Allah, silahkan lihat al-Qur'an surat yunus (10) ayat 99 :

99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? 


Mari kita sedikit memperhatikan sifat setan, Setan hanya punya satu hal yang akan dilakukannya hingga akhir zaman: yaitu membujuk manusia untuk mengikuti jalannya. .

BAgaimana dengan manusia ?  manusia mempunyai nafsu. Manusia tidak pernah puas. Jika satu hal telah tercapai maka ia menginginkan hal yang lain. Kadangkala, nafsu manusia ini menguasai dirinya melebih kuasa hati dan pikirannya. Contoh kecil nafsu manusia adalah memaksakan kehendak. Contoh dari memaksakan kehendak adalah memaksa seseorang untuk menyerahkan harta bendanya (merampok, mencopet, dll).


Kalau manusia bisa memaksa, tidak dengan setan. Setan dalam mengajak manusia ke jalannya tidak menggunakan paksaan.

Setan menggoda manusia dengan iming-iming yang masuk akal. Ketika tidak berhasil, dia (setan) akan datang lagi dan kembali menggoda. Proses ini akan berjalan terus hingga misinya berhasil atau dia terhempas dan terpaksa pergi. Dia tidak memaksakan manusia untuk mengikuti jalannya. Setan menjalankan tugasnya dengan sabar dan terus menerus.

Manusia, seringkali memaksakan kehendaknya.

Catatan sejarah menyebutkan bagaimana raja-raja memaksa rakyatnya untuk melakukan ini dan itu.
Sejarah mencatat bagaimana manusia memaksa orang lain melayani nafsunya.
Sejarah juga mencatat bagaimana politisi memaksa orang kecil untuk memilih dirinya.
 
Muhammad (shollallahu ‘alaihi wasallam) tidak pernah sekalipun melakukan hal yang memaksakan kehendak, baik saat beliau sedih maupun senang. 
Beliau juga mengajarkan pada umatnya untuk tidak menggunakan nafsunya dan atau memaksakan kehendak. Memaksakan kehendak berarti menggunakan nafsu. Bahkan untuk mengajak manusia masuk ke dalam Islam, beliau menggunakan cara yang baik. 

Adapula manusia yang memiliki keinginan supaya terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Ada yang sampai yang mengabaikan pantas tidaknya cara mereka menonjolkan diri sehingga membuat orang disekitarnya tidak nyaman bahkan sangat tidak nyaman.

Tentu sangat bagus jika memiliki sebuah dorongan untuk maju dan terdepan dari diantara yang ada, tapi jika caranya memaksa tentu saja ini akan jadi bumerang bagi diri sendiri.



Misalnya suka main perintah seenaknya tanpa pandang posisi seseorang, mendominasi percakapan supaya pendapatnya dijalankan dan masih banyak contoh lagi.
Ddalam sebuah hubungan percintaan pun hal itu bisa terjadi dan memang benar-benar ada korban dari sikap tersebut, karena salah satu pihak tidak dapat mengontrol diri sendiri.
Tidak bisa mengontrol diri dalam artian selalu memaksakan kehendaknya. Segala sesuatu yang akan dilakukan walaupun hanya untuk sekedar berkunjung ke rumah saudara harus ditentukan oleh si dominan ini. Sedikit saja berbeda pendapat, pasti akan menjadi masalah besar yang ujung-ujungnya keluar kata-kata kasar dan ancaman. Jika terus seperti ini, siapapun tidak akan kuat kecuali hidupnya benar-benar tergantung kepada si dominan ini. Kasihan sekali melihat ada seseorang yang masih seperti ini.

Semoga ada hikmahnya

Minggu, 16 Oktober 2011

Polisi & TNI Akan Bubarkan Kongres Rakyat Papua

JAYAPURA - Ratusan Polisi dan TNI akan membubarkan paksa pelaksanaan Kongres Rakyat Papua III di Distrik Abepura, Jayapura, jika kegiatan tersebut menyimpang dan bertentangan dengan NKRI.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengatakan pihaknya tidak segan membubarkan massa jika ada bendera Bintang Kejora yang dikibarkan di lokasi.

“Gelar pasukan dari kepolisian dan TNI telah dilakukan. Sekarang kepolisian dibantu TNI sudah membuat pagar betis di titik masuk ke lokasi. Jika ada sesuatau yang terjadi seperti mengibarkan bendera Bintang Kejora dan teriakan ‘Merdeka’ akan dibubarkan paksa,” ujar Wachyono kepada kontributor Sun TV, Minggu malam.

Dia melanjutkan, ratusan personel disiagakan dari Polda Papua dibantu Polres Jayapura, Polresta Jayapura, serta polsek.

Selain itu, polisi juga mendapat bantuan sekira 100 personel TNI dari Batalion 751/BS yang berada di bawah kendali Kodam XVII Cendrawasih.

Pembukaan Kongres Rakyat Papua sedianya dilakukan kemarin, namun karena penjagaan ketat dari polisi dan TNI, kongres baru akan dibuka hari ini dan dilaksanakan hingga tiga hari mendatang.

Berdasarkan pantauan di Lapangan Padang Bulan, Abepura, Jayapura, lokasi digelarnya kongres, ratusan orang sudah memasuki lokasi. Mereka berasal dari Petapa (Pasukan Penjaga Tanah Adat Papua), pasukan Koteka, dan pasukan Papua Barat.

Berdasarkan informasi dari sekretariat panitia kongres ada sekira 80 ribu orang dari Papua dan Papua Barat yang diprediksi menghadiri acara ini.

Namun hingga Senin (17/10/2011), pukul 10.50 WIT acara belum juga dimulai, padahal seharusnya acara dibuka sekira pukul 09.00 WIT.

Melawan Diri Sendiri

  Tidak akan diubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri yang merubahnya.

Seorang kawan yang melihatku sedang putusasa kembali memberikan semangat dan mengingatkan ku dengan kalimat mujarab di atas. Ketika sedih ketika merasa sendiri dan ketika merasa semua tidak mungkin maka ingatlah kata kata ini" ujarnya dengan suara lembut namun penuh semangat.

Memang benar. Kalimat ini sungguh mujarab. Tak berapa lama saya kembali bangkit dan melanjutkan apa yang sementara saya kerjakan. Meski hasilnya tidak sempurna tapi berhasil. Itu lebih mending daripada tidak jadi sama sekali. Rasa puas sangat nyata tergambar diwajahku. Meski tak melihatnya tapi saya bisa merasakannya.

Bagaimana bisa kata kata itu jadi mujarab. Padahal itu tak beda dengan kata kata lainnya yang sering kita ucapkan. Merenungi kejadian kemarin, saya kembali berpikir. Bahwa ternyata, bukanlah kata kata itu tapi diri kita sendiri. Kata kata itu memang mempunyai makna yang dalam dan mampu menggetarkan diri bagi yang menyakininya. Tapi jika diri sendiri tidak mempercayainya, maka seluruh badan tidak akan bergerak mengikutinya.

Diri sendiri memegang kunci untuk semuanya. Dalam hidup, pertarungan bukanlah antara kita dengan orang lain. Tapi pertarungan yang terjadi sebenarnya adalah antara kita dengan diri kita sendiri. Sama halnya dengan kejadian di atas. Kita bertarung dengan diri kita sendiri.

Awalnya saya telah kalah dengan diri ku sendiri. Ketika dalam diri mengatakan tidak bisa, dan menyakini bahwa tidak bisa maka hasilnya putus asa dan tidak ada semangat. Tapi ketika kata kata itu terdengar, semacam ada perlawanan dalam diri yang mengatakan bisa. Maka bertarunglah antara bisa dan tidak bisa. Kita bertarung dengan diri kita sendiri.

Hasilnya, jika kita menang dengan diri sendiri maka bisa jadi sukses akan ada di depan mata. Tapi jika kita kalah dengan diri kita sendiri maka kegagalan lah yang kita dapat. Begitulah permainan yang terjadi.

Banyak kemudian yang terjadi. Ketika gagal akan menyalahkan orang atau sesuatu diluar dirinya. Waktunya yang tidak cukup, orang lain yang terlalu berisik, Tergelincir di jalanan sehingga terlambat dan banyak lagi. Padahal yang terjadi adalah kita kalah dengan diri sendiri. Ketika di kejar deadline dalam diri selalu berteriak tidak bisa, sulit, sukar, malas, masih banyak waktu dan lain sebagainya. Jika kita mengikutinya maka yang terjadi malas, susah bergerak, lesu, tidak semangat, putus asa dan lain sebagainya.

Hal ini yang harus dilawan dalam diri. Kita harus bisa menang atas diri kita sendiri. Beberapa cara agar menang dengan diri sendiri:

pertama, Ingatlah selalu impian yang akan kita raih. Ketika kita terus mengingatnya maka kita akan mendapat semangat dan akan melupakan bahwa itu tidak bisa.

kedua, Temukan sebuah motivasi apakah itu berupa kata kata ajaib, orang lain atau apapun yang bisa mendongkrak semangat kita.

Ketiga, Ciptakan rasa nyaman, apakah dengan mendengar musik atau mengubah cara duduk atau apapun yang bisa membuat kita nyaman sehingga kita bisa leluasa mengerjakan sesuatu dan melupakan kata tidak bisa dalam diri.

Keempat, untuk bisa menang dengan diri sendiri, itu tergantung dari diri kita sendiri. Seberapa kuat kita untuk bisa bertahan dengan semua kata negatif dari dalam diri.

Semangat untuk semuanya. Semoga kita bisa menjadi orang yang bisa menang atas diri kita masing masing.

Sabtu, 15 Oktober 2011

3 Telur Seminggu, Picu Kanker Prostat?

- Dalam sebutir telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Namun sebuah riset terbaru mengklaim, makan tiga telur dalam seminggu secara signifikan dapat meningkatkan risiko seorang pria meninggal akibat kanker prostat.
Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih dari 2,5 butir telur setiap minggunya berpeluang mengidap kanker prostat sebesar 81 persen.
Menurut mereka, kerusakan mungkin disebabkan oleh kandungan sejumlah besar kolesterol atau kolin (nutrisi yang membantu sel berfungsi dengan baik) yang ditemukan dalam telur. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Harvard School of Public Health, Boston, yang meneliti kebiasaan makan 27.000 orang selama periode 14 tahun.
Hasil penelitian tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah daging yang dikonsumsi dengan risiko tumor. Tetapi jumlah kematian yang tinggi akibat kanker justru ditemukan pada mereka yang mengaku banyak mengonsumsi telur.

Nilai Sebuah Kejujuran

- Rahasia sukses dalam kehidupan ini adalah kejujuran. Orang tidak menjadi tenang dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam suasana yang penuh ketidak jujuran. Kejujuran mampu mengeluarkan sisi terbaik dari setiap orang. Dengan kata lain, kejujuran bukan saja konsep yang mulia, melainkan juga alat untuk mencapai sukses pribadi.

Dengan bertindak jujur kita tidak menghabiskan energi, pikiran dan waktu kita untuk mengingat-ngingat apa yang pernah kita katakan, sehingga hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih nyaman, karena kita tidak ada sesuatu yang ditutupi, kita berbicara apa adanya.

Pada saat kita memegang teguh kejujuran, kita akan menjadi orang yang: bersikap apa adanya pada diri sendiri, pada orang lain, dan tidak munafik.

Sigmund Freud diminta meringkaskan penelitian hidupnya dalam satu kalimat. Dia menjawab: “Rahasia membuat saya sebal”. Kebohongan dan rahasia bisa membuat orang lain menjadi sebal. Tidak ada cara yang lebih cepat untuk meracuni sebuah masyarakat kecuali dengan menyebarkan kebohongan.

Kejujuran memang menyakitkan, bahkan kadang kita mendapatkan cacian daripada hormat saat bertindak jujur dibangsa ini. Tetapi kita harus berani tampil beda, kita harus berani menjadi terang ditengah-tengah kegelapan bangsa ini, kalau bukan dari kita, siapa lagi yang mau memulai untuk hidup jujur.

Bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 14 Oktober 2011

"Serang Malaysia? Lalu Kami Makan Apa?

 
- Selain soal tenaga kerja Indonesia (TKI) dan saling klaim budaya, isu perbatasan selalu jadi penyebab naiknya tensi hubungan dua negara berjiran, Indonesia dan Malaysia.

Baru-baru ini DPR RI menggelontorkan masalah pencaplokan wilayah yang diduga dilakukan Malaysia atas Camar Bulan dan Tanjung Datu. Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin yang menyatakan, ada patok yang digeser. akibat kelalaian tim ini indonesia akan kehilangan 1.490 ha di wilayah Camar Bulan, dan 800 m garis pantai di Tanjung Datu.

Pemerintah buru-buru membantah, bahwa tak benar ada patok penanda batas yang digeser. Lalu, bagaimana pendapat penduduk perbatasan soal isu panas ini?
Sayudin -- warga Dusun Camar Bulan Desa Temajok, Palok, Sambas - justru mengaku kaget ketika membaca koran lokal Kalimantan Barat yang memberitakan gonjang-ganjing soal perbatasan. "Padahal tidak ada konflik apa-apa di sana, saya malah tercengang," kata dia.
Pemilik pesantren di Camar Bulan itu menceritakan, sepanjang yang ia tahu, tak ada pergeseran patok batas. "Yang jelas, tingkat pengawasan pemerintah, baik Pemda Kalbar maupun pusat di Jakarta tidak serius terhadap daerah perbatasan," kata dia.

Sayudin mengatakan, panasnya isu tak memberi pengaruh ke masyarakat. "Mereka tetap bekerja di Malaysia pulang-pergi, asyik-asyik saja, tanpa harus menunjukkan identitas ketika masuk (Malaysia)," kata dia. Banyak warga Camar Bulan yang bekerja di Teluk Melano, wilayah Malaysia.

Kata dia, petugas negeri jiran di tapal batas percaya dan mengenal baik penduduk. "Selama ini kami punya hubungan erat dengan Malaysia. Ada kekerabatan yang kental antara kami dan Malaysia, sama-sama Melayu," kata Sayudin. Hubungan antar masyarakat di sana mulai terjalin sejak tahun 1980-an, sejak Dusun Camar Bulan berdiri.

Tak hanya soal nafkah, warga juga memiliki ketergantungan sembako pada negeri jiran. "Kami belanja di sana, karena barang-barang dari Indonesia nggak tahu kapan kunjung datang, lebih baik belanja yang dekat," kata dia. Perjalanan dari Camar Bulan ke Teluk Melano hanya 10 menit, menggunakan motor.

Diakui Sayudin, di kampungnya memang berdiri posko-posko bela negara. Namun, sifatnya hanya untuk diskusi antar warga dan menjaga keamanan. Bukan dalam rangka untuk menyerang Malaysia. "Kalau menyerang Malaysia, kami makan apa, sembako saja dari sana."

Pria 60 tahun itu berharap, pemerintah dan anggota dewan tak hanya meributkan masalah perbatasan, caplok-mencaplok wilayah. "Namun, uruslah kami, warga perbatasan. Jangan adu argumen saja, yang terus membingungkan masyarakat perbatasan," tegas dia. "Kami ini mau di bawa ke mana?"

Apalagi soal kesejahteraan yang sifatnya individu, infrastruktur wilayah RI di perbatasan kondisinya memprihatinkan. "Jalan misalnya, baru saja dikerjakan, dulu sama sekali tak diperhatikan," kata Sayudin.

Seperti diketahui, Jumat 14 Oktober 2011, tim DPR RI mengagendakan tinjauan ke daerah perbatasan dengan Malaysia. Untuk mengkonfirmasi informasi adanya pencaplokan wilayah.

Sayudin mengaku, ia menyambut baik kehadiran pihak pemerintah atau DPR ke wilayahnya itu. "Silakan, lihat kondisi masyarakat secara langsung, kami senang. Tapi, jangan hanya datang lalu pergi, harus ada jaminan kami diperhatikan," kata dia.

Camar Bulan Andalkan Fasilitas Malaysia, Indonesia mana ???


- Dusun Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memang milik Indonesia. Namun semua fasilitas yang ada di Camar Bulan dikuasai Malaysia. Ada 11 radio dan tiga stasiun televisi milik pemerintah atau swasta Malaysia mendominasi siaran di Camar Bulan.
Sementara siaran televisi dari Indonesia agak sulit ditangkap. Sementara radio pun hanya mengandalkan satu radio komunitas yang hanya bisa ditangkap dalam radius 2,5 kilometer. "Ya, jauh ketinggalan dong," 

Akibatnya, warga Camar Bulan pun lebih akrab dengan informasi dari Malaysia daripada Indonesia. Sejumlah warga di perbatasan ini pun lebih akrab dengan lagu kebangsaan Malaysia dibandingkan dengan lagu Indonesia Raya.

Di bidang ekonomi, warga pun lebih akrab dengan mata uang Malaysia, Ringgit. Keakraban ini karena warga Camar Bulan lebih memilih menjual hasil tanamannya ke negeri jiran itu karena dihargai lebih mahal dan juga lebih dekat daripada ke ibukota kabupaten.
Setelah menjual hasil bumi, warga kembali pulang setelah membeli sejumlah kebutuhan pokok mulai dari beras, gas, gula sampai bahan bakar di Malaysia. 
Meski berbeda negara, hubungan warga Camar Bulan dengan tetangga beda negara memang dekat karena masih serumpun Melayu dan bahkan saling berhubungan kekeluargaan. Warga Camar Bulan memang merasa masih sebagai warga negara Indonesia, namun  lama-lama perasaan sebangsa ini akan tererosi.
Pola pendekatan yang dilakukan Indonesia untuk wilayah perbatasan ini tidak tepat. Negara fokus menggunakan pendekatan keamanan, padahal yang dibutuhkan masyarakat di kawasan tersebut justru pendekatan ekonomi.
Malaysia giat membangun sentra ekonomi, rumah sakit dan fasilitas publik di daerah perbatasan, sehingga       " Camar Bulan cenderung andalkan fasilitas dari Malaysia, lantas Indonesia mana .... dan bisanya apa "

“Kita berharap banyaklah ke pemerintah supaya lebih fokuslah mengurusi soal perbatasan. Jangan hanya omongan saja, mau ini, mau itu, akan tetapi kenyataanya tidak ada. Tunjukkan bukti pembangunan di daerah perbatasan,” ( JANGAN TERSINGGUNG INI KRITIK MEMBANGUN BOSSS )