Sabtu, 19 Januari 2013

Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas


Kekompakan Kapolda Bali, Irjen Polisi Arief Wahyunadi, dan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, makin lengket. Dua jenderal dari korps berbeda ini sama-sama naik motor dari Denpasar menuju Tabanan, Sabtu (19/1) kemarin. Kegiatan ini serangkaian tur kampanye safety riding yang digagas Polda Bali.


Keduanya berkendara motor dari lapangan Renon, Denpasar menuju GOR Debes, Tabanan. Kapolda secara khusus menggunakan motor jenis trail lengkap dengan perangkat keselamatan. Sedang Pangdam memilih mengendarai motor jenis matik. Yang unik, Pangdam justru memakai baju adat Bali dengan menggunakan helm pengaman.



Di tengah perjalanan, dua petinggi ini sempat berhenti di Jalan Raya Abiantuwung, Kediri, tepatnya di denpan Masjid Al Huda, Kediri. Di tempat ini, Pangdam dan Kapolda rela menyeberangkan sejumlah pejalan kaki yang akan menyeberang di jalur zebra cross. Tanpa canggung, keduanya menggandeng sejumlah anak-anak dan pejalan kaki dewasa. Kontan saja, aksi ini menarik perhatian pengguna jalan lain yang kebetulan akan melintas. Tiba di GOR Debes, Kapolda dan Pangdam kompak memberikan orasi seputar pentingnya keselamatan berkendara atau safety riding.



Kapolda mengajak seluruh warga, khususnya pencinta tur motor dari berbagai komunitas memelopori program keselamatan berkendara di jalan raya. Sebab, angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Jumlahnya, jauh dibandingkan angka kriminalitas. ''Tur kami dari lapangan Renon ke Tabanan berjalan aman. Artinya, semua peserta berlalu lintas dengan baik. Warga juga tak ada yang komplain,'' tegasnya.



Sementara, Pangdam meminta semua peserta tur bermotor tidak sombong di jalan raya. Artinya, selalu menghormati pengguna jalan yang lain. ''Siapa pun itu orangnya. Mau masyarakat umum, pejabat, atau anggota harus mengedepankan rasa hormat di jalan raya,'' tegasnya.



Pangdam mengingatkan, sebelum melakukan perjalanan, wajib mengecek seluruh kesiapan berkendara. Mulai mesin, komponen kendaraan, hingga bahan bakar. Yang terpenting lagi, katanya, surat kelengkapan kendaraan. ''Jangan sekadar dicek. Pastikan bannya bagus. Karena, jika tidak ada ban, kendaraan tidak bisa jalan. Pastikan juga bahan bakarnya cukup agar tak mogok. Pokoknya dicek, biar nanti tidak cekcok di jalan. Kalau sudah cekcok ujung-ujungnya mapalu (berkelahi),'' tegasnya. 

Selasa, 15 Januari 2013

Selama 2012, 275 anggota TNI kena sanksi karena main perempuan

Bukannya menjadi abdi negara, sepanjang tahun 2012, tercatat sebanyak 275 prajurit TNI melakukan pelanggaran kode etik. Berdasarkan data hasil pelaksanaan operasi Gaktib dan Yustisi TNI tahun 2011 sampai 2012, para prajurit itu terbukti main perempuan.

"Peringkat perkara berdasarkan kuantitas, desersi tahun 2012 sebanyak 1,123 kasus, asusila atau perzinaan tahun 2012 sebanyak 275 kasus," kata Kadispenum Puspen TNI, Kolonel (Cpl) Minulyo Suprapto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (16/1).

Selain itu, pada tahun yang sama, kasus penganiayaan yang melibatkan prajurit TNI mencapai 355 kasus. Terlibat narkoba sebanyak 161 kasus, serta penyalahgunaan senjata api sebanyak 49 kasus.

TNI juga mencatat sebanyak 3.634 prajurit terlibat pelanggaran hukum dan sedang diproses. Dari jumlah tersebut, TNI telah menyelesaikan perkara sebanyak 3.298 perkara.

"Narapidana dan tahanan militer, sisa tahanan tahun 2012 sebanyak 414 orang. Tahanan masuk 1.812 orang, tahanan bebas 1.795 orang," terangnya.

Diharapkan, operasi Gaktib dan Yustisi TNI 2013 dapat menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melawan hukum.

"Adapun sasaran yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kepatuhan hukum, disiplin dan solidaritas prajurit TNI," terang Minulyo.

Kamis, 10 Januari 2013

Duh! Pesawat Mendarat Darurat Gara-gara Roti Sandwich

Pesawat milik maskapai Virgin Australia terpaksa mendarat darurat di Darwin Australia. Seorang penumpang mendadak mengamuk di dalam kabin pesawat, gara-gara... roti sandwich.

Penerbangan Virgin Australia dengan nomor penerbangan DJ1432 terbang dari Darwin dengan tujuan Perth pada Kamis (10/1/2013) pukul 07.00 pagi waktu setempat. Namun, baru saja terbang satu jam, ada seorang penumpang yang mengamuk.

Si penumpang ribut gara-gara sandwich seharga AUD 10 (Rp 104.600). Entah dirasa terlalu mahal atau ada masalah dengan rasanya, yang jelas si penumpang itu terpaksa diseret ke barisan belakang tempat duduk. Pramugari memblok sisi kanan dan kiri tempat duduk si penumpang yang mengamuk itu.

"Dia mengamuk dan teriak-teriak. Nggak parah amat, tapi dia mengganggu beberapa anak kecil di pesawat," kata seorang penumpang seperti dilansir The NT News.

Begitu mendarat di Darwin, si penumpang itu diamankan polisi. Namun tidak diketahui apakah dia dipidana atau tidak.

Jubir Virgin Australia, Melissa Thompson mengatakan pesawat sudah melanjutkan perjalanan. Semua penumpang di pesawat tersebut mendapatkan jadwal penerbangan baru dan sudah tiba di Perth pukul 22.00 waktu setempat. Ada-ada saja...

Selasa, 08 Januari 2013

Perwira Harus Bisa Berenang

Kesiapan mental dan fisik bagi seorang prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas merupakan kebutuhan mutlak yang harus disiapkan secara maksimal. Kedepan, sesuai peraturan yang berlaku saat ini, aspek fisik sangat menentukan karier prajurit yang bersangkutan, sehingga para prajurit khususnya perwira yang memiliki tugas dan tanggung jawab lebih berat harus pintar membagi waktu untuk membina fisik masing-masing (postur, kesegaran jasmani dan ketangkasan) baik secara kolektif maupun perorangan.  

Materi ketangkasan "renang" merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang prajurit sebagai persyaratan mutlak untuk mengikuti pendidikan maupun usulan kenaikan pangkat. 
Untuk itu para perwira harus menyiapkan diri dengan baik, meluangkan waktu untuk melaksanakan latihan renang jarak 50 m gaya dada.

Sebagai seorang Perwira malu apabila tidak bisa renang. Renang yang diujikan dalam setiap kesemaptaan periodik, UKP serta pendidikan lanjutan seperti Diklapa, Sesko ataupun kursus adalah renang dasar, yaitu renang sejauh 50 meter menggunakan pakaian PDL Loreng lengkap dengan kaos dalamnya (tanpa sepatu dan senjata). Hal ini mutlak dikuasai oleh seorang prajurit. Tak ada kata tidak bisa apabila kita berlatih dengan serius. Prajurit yang sering kita lihat sangat profesional di lapangan bukannya prajurit yang hebat, melainkan ia adalah prajurit yang terlatih. Sekali lagi malu apabila seorang Perwira tidak bisa berenang.


Senin, 07 Januari 2013

Akibat-akibat Keseringan Mengupil


Bagi beberapa orang mengupil adalah kegiatan yang mengasyikkan atau menyenangkan. Tapi mengupil terlalu sering ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan dan tubuh seseorang.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan 200 partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau santai.
Mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli.
Upil yang ada di hidung sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.
Seperti dikutip dari eHow,  ada beberapa alasan yang membuat seseorang harus mengupil, yaitu:
Sedang bengong atau memikirkan sesuatu
Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.

Menghilangkan iritasi
Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.

Untuk menghilangkan sekresi hidung
Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir.

Gangguan obsesif-kompulsif
Salah satu tanda gangguan obsesif kompulsif adalah suka mengupil yang disebut dengan rhinotillexomania. Mengupil dilakukan untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yang mengganggu pikirannya, karenanya seringkali ia mengupil di depan umum dan tidak melihat kondisi di sekitarnya. Orang dengan gangguan ini membutuhkan bantuan medis atau psikolog.

Satu hal yang pasti adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.
Tapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.
Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar.
Akibat keseringan mengupil adalah:
1. Mudah terkena flu
Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.

2. Mimisan
Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.

3. Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.

4. Merontokkan rambut hidung
Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.

5. Bisa meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.

Minggu, 30 Desember 2012

Selamat Tahun Baru 2013


Jelang Tahun Baru, Jalan Menuju Pantai Kuta Ditutup

Denpasar - Untuk memperlancar perayaan tahun baru di kawasan Pantai Kuta, Direktorat Lalu Lintas Polda Bali akan menutup akses jalan ke kawasan tersebut Senin (31/12) besok sejak pukul 16.00 WITA hingga perayaan tahun baru selesai.

Kepolisian juga akan membersihkan kendaraan dan tempat-tempat parkir di sepanjang Jalan Raya Legian- Jalan Pantai Kuta- Jalan Melasti Kuta dan kawasan sekitarnya dimulai dari pukul 14.00 Wita. 

"Untuk lokasi parkir, kami sudah sediakan tempatnya di beberapa tempat di antaranya di Central Parkir Kuta," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Polisi Hariadi, kepada wartawan, Minggu (30/12/2012). 

Beberapa ruas jalan menuju ke Pantai Kuta akan dialihkan. Seperti jalan menuju Pantai Kuta dari arah Jalan Dewi Kartika akan ditutup dan diarahkan menuju Jalan Singasari -Jalan Ciungwanara-Simpang Bemo Corner.

Lalu simpang Dewa Ruci-Jalan Imam Bonjol dan Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk berhati-hati lantaran jalur-jalur menuju Pantai Kuta akan sangat padat. Selain itu, masyarakat juga diminta tertib dan mentaati peraturan yang sudah ditetapkan. 

Untuk memperlancar perayaan tersebut, kepolisian juga menerjunkan ratusan personelnya di Pantai Kuta, serta pusat-pusat keramaian di kawasan tersebut.