Sabtu, 22 Oktober 2011

Mengunci File Pribadi


Tidak semua orang bisa bersikap terbuka. Ada hal yang bisa kita bagi dengan orang lain dan ada juga yang hanya bisa kita rahasiakan dari orang lain, termasuk file-file pribadi di dalam PC kita. Namun sebagian dari kita belum tahu bagaimana menyembunyikan file-file pribadi kita. Mungkin sebagian dari kita menggunakan fasilitas hidden file yang sudah disediakan oleh windows. Tetapi cara ini dianggap kurang efektif karena hampir semua orang mengetahui teknik ini.

Dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi tips untuk mengunci file pribadi anda dengan menggunakan kata sandi/password. Dengan menggunakan password, orang lain tidak akan bisa membuka file yang telah kita kunci karena hanya kita saja yang mengetahui kata sandi tersebut. Untuk menggunakan layanan ini, kita memerlukan sebuah aplikasi yang bernama "winrar". Bagi yang belum mempunyai silahkan klik disini untuk mendownload. Bagi anda yang sudah memiliki, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Masukkan file yang ingin anda kunci ke dalam satu folder.
2. Klik kanan lalu pilih "add to archive"
3. Beri tanda centang pada "Delete files after archiving, Test activated files dan Lock archive"
4. Pilih archive formad dalam bentuk Winrar
5. Ubah Compression method menjadi best 

6. Pilih advanched lalu klik set password
7. Masukkan password dan beri tanda centang pada "encrypt file names"
8. Klik Ok.

Sekarang file anda telah terproteksi. Hanya orang-orang yang mengetahui kata sandinya saja yang bisa membukanya.

Rasa Kecewa

Semua orang pasti pernah mengalami rasa kecewa. Kecewa bisa bikin BT abis seharian tuh. Tapi kalo kekecewaan ini dipendem, bisa gawat loh…. malah bisa jadi penyakit. Makanya, butuh cepet-cepet diberesin. Ambil langkah-langkah seperti ini :
  • Curhat
  • Beresin
  • Positif thinking
  • Terima apa adanya
  • Sadar kalo kita juga pasti pernah berbuat salah
  • Forgiveness
  • Fokus sama orang lain
Curhat
Curhat deh sama temen-temen yang bisa kamu percaya, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat atau hiburan bahkan masukan buat kamu. Memang nggak gampang buat nyari temen-temen yang bisa kamu percaya, coba deh.

Beresin
Kalo memang masalah itu perlu diberesin dengan orang yang bersangkutan, ya beresin. Bicara dan jelasin secara baik-baik permasalahannya. Waktu bicara, jangan pake emosi, supaya jalan keluarnya bisa ditemukan.

Positif thinking
Mungkin mereka juga nggak bermaksud tuk buat kamu kecewa. Mungkin Dia ijinkan terjadi untuk memproses kita jadi tambah baik lagi, tambah rendah hati, tambah murni motivasinya. Bukannya besi menajamkan besi dan manusia menajamkan sesamanya?

Terima apa adanya
Supaya kita nggak mudah kecewa, terima orang itu apa adanya. Memang kita nggak bisa mengubah seseorang, makanya apa yang jadi kekurangan orang itu kita lengkapi dengan kelebihan kita. Tapi kalo dia memang salah, jangan sungkan untuk menegur. Itu tandanya kita juga sayang sama dia dan nggak mau orang itu jadi tambah ngaco.

Sadar kalo kita juga pasti pernah berbuat salah
Sebenernya kita lagi sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia nggak ada yang sempurna. Bukankah kita juga masih bisa mengecewakan orang lain juga?

Forgiveness
Memaafkan itu obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi nggak cukup itu, lupain yang udah terjadi. Biarin aja toh itu sudah menjadi masa lalu. Kita nggak bisa ngubah masa lalu kan? Bukankah lebih baik kalo kita nggak cuma mencari teman baik aja, tapi juga menjadi teman baik?

Fokus sama orang lain
Fokus sama diri kita membuat kita mudah kecewa, karena kita akan selalu merasa diperlakukan tidak adil and sepertinya nggak ada orang lain yang, mengasihi kita. Coba alihin pikiran kita dengan cara gimana membahagiakan orang lain ataupun menolong orang lain?

Hikmah Sabar Dan Tawakal


Suatu saat anda ditimpa goncangan hidup berupa musibah, cobaan, atau kegagalan atas apa yang ingin kita capai padahal kita merasa sudah berikhtiar…kemudian kita larut dalam rasa susah, tak berguna, terpuruk, terbuang, dan seabreg keruwetan lainnya. Hati – hatilah, kondisi ini mungkin mendorong anda berbuat ceroboh, dan menimbulkan masalah baru yang tidak terduga. Kenapa kita tidak mencoba mengubah penafsiran kita atas kesusahan yang menimpa kita, kenapa kita perlu bersabar?

Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. “Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah”. (HR. Bukhari). Ketika mencoba sabar, saat itu kita telah memutuskan memberikan semangat untuk pantang menyerah, efeknya luar biasa kita bisa berpikir jernih atas masalah yang dihadapi dan menanamkan harapan untuk bangkit menuju keberhasilan. Dengan sabar kita akan dapat menangkap hikmah dari cobaan tersebut. Sabar menjadikan kita semakin tangguh dalam mengarungi hidup. Kita akan mengerti bahwa kesusahan adalah cara Allah agar kita tambah dewasa, tambah kuat,tambah menghargai hidup. Cobaan datang karena Allah sayang pada kita sebagai peringatan ketika kita khilaf. Segala yang mudah didapat akan mudah menghilang,segala yang susah didapat akan susah hilang,misalnya kita lihat buah durian yang sulit dibuka dan durinya menyeramkan ternyata isinya lezat
Hidup membawa kesempatan,dan dari kesempatan muncullah pertumbuhan, bagi beberapa orang,”kesempatan” dianggap sebagai masalah, bukan sebagai balok penyusun pertumbuhan, perubahan pun dapat disambut atau ditolak,pilihannya ada pada diri kita. Ketika kehidupan memunculkan tantangan dan rintangan,kita dapat memandang setiap kesempatan sebagai sebuah tantangan seraya menemukan kekayaan yang mungkin termuat didalamnya dapat meningkatkan kualitas kita. Dengan sabar kita merangkul rasa takut dan berhadapan dengan tantangan sambil mencari keuntungan dan kesempatan atas pertumbuhan yang ditawarkan. Lihatlah bagaimana bayi merasakan sakitnya awal pertumbuhan gigi, merasakan susahnya merangkak, sakitnya merupakan cara tubuh dan jiwa memunculkan potensi baru.
Sehingga sabar membuat kreatif ketika sampai saat kedatangan musibah atau penderitaan lalu kita bersyukur dengan harap cemas,”Alhamdulillah, Kemampuan baru apalagi yang akan diberikan Allah kepadaku?”

Kemampuan yang diberikan Allah kita gunakan untuk berusaha lebih baik, kemudian kita pasrahkan / tawakal pada Allah dengan sepenuh keyakinan karena “Siapakah Kita Sehingga Harus Menyerah Pada Selain Allah???”. Dengan totalitas kepercayaan kepada Allah dan niat tulus ini maka kita menyimpulkan “JIKA SAYA BERPIKIR AKAN BISA ,MAKA SAYA PASTI BISA”
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al-Baqarah:155).

Jumat, 21 Oktober 2011

Topeng Kesombongan

  
Ketika kita berkata,”Saya tidak sombong!” Sesungguhnya kita sedang mempertunjukkan kesombongan kita.
Rasa bangga dan kesombongan sepertinya beda-beda tipis maknanya. Karena ketika sebuah rasa bangga yang kita perlihatkan demi mengharapkan puja-puji dan tepuk tangan dari orang lain, sudah tidak ada bedanya dengan yang bernama kesombongan.
Walaupun kita mengatakan, bahwa kita tidak bermaksud sombong, tetapi tetap saja ada benih kesombongan di atas kebanggaan yang kita miliki.
Kebanggaan yang berlebihan adalah pertunjukan keegoan dan itu tidak ada bedanya dengan kesombongan.
Semua memang tergantung dari sebuah niat. Pun tidak tertutup kemungkinan seseorang menceritakan kebaikan dan prestasinya demi untuk menjadi pemicu bagi orang lain berbuat baik dan bersemangat untuk meraih prestasi.
Namun tidak sedikit kita mendengar seseorang berkata,”Bukan sombong, kalau saya dulu adalah pejabat tinggi!”
“Bukan sombong, dulu saya sudah banyak menolong dan membantu orang-orang susah!”
“Bukan bermaksud sombong kalau saya katakan, semua kitab suci dan agama saya pelajari, jadi jangan ceramahi saya lagi!”
Tidak jarang pula kita menemui orang-orang yang kelihatan begitu rendah hati, tetapi diam-diam sombongnya bukan setengah mati lagi. Tapi sombongnya mati-matian.
Saya juga heran, mengapa orang suka memvonis saya orang yang rendah hati, padahal saya sudah jujur apa adanya dan sombongnya setengah mati. Walaupun memang belum sampai mati-matian sombongnya.
Bila seseorang terang-terangan bersikap sombong dan sadar dirinya sombong, tidaklah menakutkan dan membahayakan. Contohnya saya. Loh, kok sombong?!
Yang mengerihkan adalah orang yang menganggap dirinya baik, umat Tuhan yang taat, dan rendah hati.
Tetapi tanpa disadari tersembunyi kesombongan di dalam dirinya.
Kelihatan selalu bersikap rendah hati dan tampak bijaksana, namun ternyata semua itu hanya kedok untuk menutupi kesombongannya.
Jadi, tolonglah jangan menuduh saya sebagai orang yang rendah hati dan bijak, karena itu adalah benih-benih untuk menumbuhkan kesombongan. Padahal jelas-jelas saya sudah sombong adanya.
Sebenarnya dengan menulis inilah sebagai sarana bagi saya untuk berintrospeksi diri. Karena kesombongan boleh dikatakan setiap saat mengintai untuk tumbuh di dalam hati kita tanpa kita menyadarinya.
Intropeksi diri, memeriksa hati secara teliti, boleh dikatakan adalah yang terbaik untuk dilakukan setiap hari.

Tertawa Membuat Orang Sehat

Tertawa adalah obat yang paling manjur, namun banyak di antara kita yang telah terjebak dalam berbagai aktivitas dan rutinitas hingga kita lupa bagaimana tertawa.

Tertawa adalah sebuah ekspresi emosi. Orang yang sering tertawa cenderung lebih sehat mentalnya dibanding mereka yang jarang tertawa. Orang yang memiliki "SeNsE oF hUmOr" yang tinggi lebih tahan terhadap tekanan dan perasaan kuatir. Sementara orang dengan "sEnSe Of HuMoR" yang rendah lebih mudah merasa tertekan dan kuatir.

Tertawa membuat seseorang merasa dirinya menyenangkan. Tertawa juga membuati seseorang merasa santai, mengurangi rasa malu dan memerangi perasaan tertekan. Tertawa, secara medis, juga merangsang terbentuknya "eNdOrPhIn", sel dalam otak yang berfungsi untuk membunuh rasa sakit.

Tertawa dapat membuat seseorang berpikir lebih kreatif. Tertawa membantu seseorang untuk berani berpikir "kElUaR" jalur, sehingga menimbulkan pemikiran yang kreatif dan inovatif.

1 menit ketawa hasilnya setara dengan 40 menit relaksasi dan 100 menit ketawa setiap hari hasilnya setara dengan 10 menit jogging.

Jadi, tertawa itu sehat, baik secara mental maupun fisik. Jika Anda tidak siap untuk menertawai diri sendiri, Anda juga tidak siap menghadapi stress di tempat kerja Anda.

Salah Satu Sifat manusia Yang Kurang Baik " Memaksakan Kehendak "

Allah telah menciptakan potensi positif dan negatif di setiap diri manusia, dalam bahasa agamanya, Taqwa dan Fujur (asy-syams:7-10). Agar tidak terjerat dalam sifat negatif, manusia dianjurkan untuk menggunakan akal dalam mencapai hidayah Allah, silahkan lihat al-Qur'an surat yunus (10) ayat 99 :

99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? 


Mari kita sedikit memperhatikan sifat setan, Setan hanya punya satu hal yang akan dilakukannya hingga akhir zaman: yaitu membujuk manusia untuk mengikuti jalannya. .

BAgaimana dengan manusia ?  manusia mempunyai nafsu. Manusia tidak pernah puas. Jika satu hal telah tercapai maka ia menginginkan hal yang lain. Kadangkala, nafsu manusia ini menguasai dirinya melebih kuasa hati dan pikirannya. Contoh kecil nafsu manusia adalah memaksakan kehendak. Contoh dari memaksakan kehendak adalah memaksa seseorang untuk menyerahkan harta bendanya (merampok, mencopet, dll).


Kalau manusia bisa memaksa, tidak dengan setan. Setan dalam mengajak manusia ke jalannya tidak menggunakan paksaan.

Setan menggoda manusia dengan iming-iming yang masuk akal. Ketika tidak berhasil, dia (setan) akan datang lagi dan kembali menggoda. Proses ini akan berjalan terus hingga misinya berhasil atau dia terhempas dan terpaksa pergi. Dia tidak memaksakan manusia untuk mengikuti jalannya. Setan menjalankan tugasnya dengan sabar dan terus menerus.

Manusia, seringkali memaksakan kehendaknya.

Catatan sejarah menyebutkan bagaimana raja-raja memaksa rakyatnya untuk melakukan ini dan itu.
Sejarah mencatat bagaimana manusia memaksa orang lain melayani nafsunya.
Sejarah juga mencatat bagaimana politisi memaksa orang kecil untuk memilih dirinya.
 
Muhammad (shollallahu ‘alaihi wasallam) tidak pernah sekalipun melakukan hal yang memaksakan kehendak, baik saat beliau sedih maupun senang. 
Beliau juga mengajarkan pada umatnya untuk tidak menggunakan nafsunya dan atau memaksakan kehendak. Memaksakan kehendak berarti menggunakan nafsu. Bahkan untuk mengajak manusia masuk ke dalam Islam, beliau menggunakan cara yang baik. 

Adapula manusia yang memiliki keinginan supaya terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Ada yang sampai yang mengabaikan pantas tidaknya cara mereka menonjolkan diri sehingga membuat orang disekitarnya tidak nyaman bahkan sangat tidak nyaman.

Tentu sangat bagus jika memiliki sebuah dorongan untuk maju dan terdepan dari diantara yang ada, tapi jika caranya memaksa tentu saja ini akan jadi bumerang bagi diri sendiri.



Misalnya suka main perintah seenaknya tanpa pandang posisi seseorang, mendominasi percakapan supaya pendapatnya dijalankan dan masih banyak contoh lagi.
Ddalam sebuah hubungan percintaan pun hal itu bisa terjadi dan memang benar-benar ada korban dari sikap tersebut, karena salah satu pihak tidak dapat mengontrol diri sendiri.
Tidak bisa mengontrol diri dalam artian selalu memaksakan kehendaknya. Segala sesuatu yang akan dilakukan walaupun hanya untuk sekedar berkunjung ke rumah saudara harus ditentukan oleh si dominan ini. Sedikit saja berbeda pendapat, pasti akan menjadi masalah besar yang ujung-ujungnya keluar kata-kata kasar dan ancaman. Jika terus seperti ini, siapapun tidak akan kuat kecuali hidupnya benar-benar tergantung kepada si dominan ini. Kasihan sekali melihat ada seseorang yang masih seperti ini.

Semoga ada hikmahnya

Buang Jauh Sifat Iri Hati !!!

 “Hati yang tenang menyehatkan badan; iri hati bagaikan penyakit yang mematikan”. Iri hati adalah awal dari sebuah malapetaka, bagaimana orang tega menghabisi nyawa sesamanya, atau seseorang melakukan tindakan-tindakan korupsi, itu semua berawal dari perasaan iri hati.

Setiap kali saya membandingkan diri saya dengan orang-orang yang ada disekitar saya entah itu teman kantor atau teman-teman semasa sekolah dulu, terutama mereka-mereka yang memiliki lebih dari saya, pada saat itu juga hati saya langsung dikuasai oleh perasaan iri hati. Tidak lama kemudian saya mulai mencari-cari hal-hal yang tidak beres terhadap orang-orang tersebut, ujung-ujungnya, pada saat bertemu dengan orang yang bersangkutan respon saya menjadi tidak menyenangkan, padahal orang tersebut tidak berbuat salah kepada saya. Itulah contoh kecil saat hati kita dikuasai oleh iri hati.

Iri hati bukanlah sesuatu yang dipicu dari luar, tetapi sesuatu yang munculnya dari hati. Itu berarti penanganannya juga harus oleh diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa membebaskan diri kita dari perasaan iri hati yaitu dengan senantiasa mengucap syukur, ketika kita belajar bersyukur, kita belajar berkonsentrasi bukan kepada hal-hal yang buruk, melainkan kepada hal-hal yang baik dalam kehidupan ini”.

Hal lain yang membuat seseorang iri hati adalah kekhawatiran. Kekhawatiran bahwa ia tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka memiliki pola pikir bahwa apa yang disediakan bumi ini lebih sedikit dari jumlah orang yang menginginkannya. Sebetulnya kalau kita mau sedikit merenungkannya, jumlah penduduk didunia ini mengalami penambahan jumlah yang sangat luar biasa, tetapi toh bumi tidak pernah kehabisan sumber daya. Itu berarti bahwa Tuhan telah menyediakan segala sesuatunya cukup bagi manusia. Untuk itu janganlah kita khawatir akan apapun juga, kembali lagi kita harus bersyukur kepada Tuhan karena apa yang telah disediakanNya.

Dan apabila kita melihat mereka-mereka yang melakukan tindak korupsi hidupnya lebih makmur dari kita janganlah hati kita iri, tetaplah setia kepada perbuatan yang jujur karena masa depan kita pasti terjamin dan harapan kita tidak akan sia-sia.