Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR MILITER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR MILITER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Panglima TNI Ajukan Tiga Calon KSAD


Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengajukan tiga nama calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jadi, minggu depan ada penggantian KSAD. Calonnya bintang tiga TNI AD sekarang ini. Nanti Bapak Presiden yang pilih," kata Suhartono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Suhartono menyebut tiga nama. Satu dari ketiga calon itu akan menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie sebagai KSAD. Nantinya, KSAD yang baru bisa mengikuti pencalonan sebagai Panglima TNI. Sebab, jabatan Suhartono akan berakhir pada September 2013.
Menurut Suhartono, tiga Kepala Staf TNI, masing-masing KSAD, Kepala Staf TNI-AL, dan Kepala Staf TNI-AU, bisa dicalonkan sebagai Panglima TNI. 

ALUTSISTA TNI : Kemenhan Buka Kerja Sama Produksi Tank dengan Turki



JAKARTA -Kementerian Pertahanan RI menjajaki kerjasama dengan Kementerian Pertahanan Turki untuk memproduksi tank dan alat komunikasi pertahanan.
Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan KKIP Bidang Kerjasama Kemenhan Silmy Karim menuturkan awal bulan ini pemerintah Indonesia melalui Kemenhan menandatangani kerjasama produksi alat utama sistem pertahanan dan keamanan. Produksi alat utama sistem pertahanan dan keamanan tersebut akan dilakukan oleh produsen-produsen kedua negara secara bersama-sama.
PT Pindad, ujar Silmy, bekerjasama dengan FNSS Defense System Co., produsen alat pertahanan asal Turki, dalam program joint development alutsista berupa tank. Selanjutnya, tambahnya, PT LEN bekerjasama dengan ASELSAN Middle East, produsen alat pertahanan asal Turki, untuk memproduksi alat komunikasi.
“Sebagai negara berdaulat, yang punya pertumbuhan ekonomi cukup baik, tentu kita [Indonesia] perlu menyiapkan kemampuan industri pertahanan agar sesuai dengan kebutuhan kekuatan pertahanan di negara ini. Makanya perlu langkah sinkronisasi,” ujarnya.
Penandatangan kerjasama tersebut, ujarnya, dilakukan di sela-sela kegiatan International Defense Industry Fair (IDEF) ke-11 yang diselenggarakan pada 7 – 10 Mei 2013 di Istambul, Turki.





Faksi Kecewa Danpuspom TNI Tak Berikan Penjelasan Kasus Cebongan

JAKARTA - Perwakilan masyarakat NTT di Jakarta dan Forum Advokat Pengawal Konstitusi (Faksi) gagal berdialog dengan Danspuspom TNI terkait penyidikan kasus Lapas Cebongan. Mereka pun menyesalkan langkah Danspuspom TNI yang seharusnya bisa menjelaskan hasil penyidikan.

"Kami perwakilan masyarakat NTT dan Faksi menyesalkan sikap Danpuspom TNI menolak memberikan penjelasan. Kenapa kami meminta penjelasan ke Puspom karena Puspom TNI merupakan Organ penyidik dalam kasus pidana yang pelakunya adalah anggota TNI,"
Pertemuan masyarakat NTT-Faksi dengan Puspom TNI sedianya digelar di kantor Puspom TNI pada Rabu siang. Namun tanpa ada penjelasan, Puspom TNI menolak bertemu.  
"Sikap menolak menjelaskan hasil penyidikan adalah keliru dan bertentangan prinsip keterbukaan informasi publik yang menjadi hak masyarakat untuk menmperolehnya," lanjut Petrus.
Menurut Petrus, sikap tertutup Penyidik TNI dalam kasus Cebongan sebagaimana diperlihatkan Puspom TNI dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kinerja penyidik kasus cebongan. Bahkan Faksi dan perwakilan masyarakat NTT mengkhawatirkan sikap tertutup penyidik TNI seperti ini dapat menimbulkan penilaian negatif dari publik sebagai bagian dari upaya untuk menutup kasus Cebongan atau juga bisa berujung kepada upaya penghentian penuntutan oleh Perwira Penyerah Perkara selaku Penyidik dan Penuntut.
"Kekhawatiran itu sangat beralasan karenaa selama ini sikap sejumlah purnawirawan TNI berpangkat jendral justru memberikan opini menyesatkan bahwasannya tindakan 11 prajurit TNI tersangka pelaku pembunuhan cebongan sebagai tindakan kesatria dan karsa karena berhasil mebunuh preman demi membela korps TNI," jelas Petrus.  
Menurut Petrus, pendapat seperti ini cenderung menggiring penyidik untuk berpikir bahwa ke 11 tersangka ini telah membela kepentingan militer sehingga perkaranya harus ditutup demi hukum. "Jika ini yang terjadi maka, hal tersebut merupakan musibah negara hukum kita bahkan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap TNI," lanjut Petrus.
Atas dasar itu, Faksi dan masyarakat NTT tetap akan mengagendakan dialog dengan Kapuspen TNI dalam waktu dekat agar bisa mendapatkan penjelasan langsung seputar perkembangan hasil penyidikan, kapan dilimpahkan ke penuntutan, apakah disidangkan di Pengadilan dalam lingkungan peradilan Militer atau Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum. "Apakah terdapat pelaku sipil atau hanya pelaku militer dll. Penjelasan ini penting karena sdh menjadi hak publik," tambah Petrus.





Sabtu, 26 Januari 2013

Mutasi Jabatan 97 Pati TNI

TNI melakukan mutasi dan promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI. Sejumlah Pati digeser dan beberapa menempati posisi yang baru. Ini dilakukan agar TNI ke depan lebih optimal.


Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/42/I/2013 tanggal 23 Januari 2013, tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 97 Pati TNI.




Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 

TNI Angkatan Darat 43 orang yaitu : Letjen TNI Budiman dari Wakasad menjadi Sekjen Kemhan, Letjen TNI Moeldoko, S.I.P. dari Wagub Lemhannas menjadi Wakasad, Mayjen TNI Puguh Santoso, S.T. dari Dirjen Strahan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).




Mayjen TNI Dr. Albiker Hutabarat, S.I.P., S.T., M.M. dari TA. Pengkaji Bid. Kepemimpinan Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI O. Sudjatmiko, S.I.P., M.A dari Pa Sahli Tk III Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).




Brigjen TNI Ishak Alparis, S.H., M.H. dari Asdep Koordinasi Pemberdayaan Aparatur Hukum Kemenko Polhukam menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI I Wayan Midhio, M.Phil. dari Sesditjen Pothan Kemhan menjadi Wakil Rektor Bid. III Kerjasama Unhan, Brigjen TNI Santoso dari Dirkomcad Ditjen Pothan Kemhan menjadi Sesditjen Pothan Kemhan, Brigjen TNI Budi Rachmat, S.E. dari Dirdik Bid. I Akademik Unhan menjadi Dirkomcad Ditjen Pothan Kemhan.




Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto, M.A. dari Karo TU Setjen Kemhan menjadi Kepala Satuan Pengawas Unhan, Brigjen TNI Bambang Hartawan M.Sc. dari Kapuskom Publik Kemhan menjadi Karo TU Setjen Kemhan, Brigjen TNI Sisriadi dari Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan menjadi Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen TNI Dr. dr. Robert M. Hutauruk, Sp.OT., FICS., M.M. dari Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).




Brigjen TNI Ferdinand Imanuel, S.E. dari Wakil Komandan SKPS Unhan menjadi Karoum Unhan, Brigjen TNI Herman, M.Si. dari Dir Riset dan Pengabdian Masya. Bid. III Riset dan Hublem Unhan menjadi Wakil Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan, Brigjen TNI Makmur Supriyanto, B.Sc., S.Pd., M.Pd. dari Dir Kerma Antar Kelembagaan Bid. Riset dan Hublem Unhan menjadi Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unhan.




Brigjen TNI Ir. R. Nurdiyanto dari Dir. Informasi Intelijen Deputi Ka BIN Bid. Teknologi menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI AAA. Putu Oka Dewi Iriani, S.H., M.H dari Kepala Kelompok Hakim Militer Utama Pengadilan Militer Utama Mahkamah Agung menjadi Wakadilmiltama Mahkamah Agung.




Brigjen TNI Sentot Yuswandhono dari Bandep Rencana Kontijensi Setjen Wantannas menjadi Sahli Bid. Hankam Setjen Wantannas, Brigjen TNI Dr. Ir. Suharno, M.M dari Kababek TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI, Brigjen TNI AA. Gede Suardhana, S.I.P. dari Dirdik Akademi TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).




Brigjen TNI Prayitno Mansyoer dari Kasetum TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Dra. Sri Parmini M.M dari Pa Sahli Tk.II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Kasetum TNI, Brigjen TNI Witjaksono, M.Sc. dari Athan RI di Washington DC/USA menjadi Pati Mabes TNI.




Brigjen TNI Pujo Wahyono S.Sos dari Dansatintel Bais TNI menjadi Dir. B Bais TNI, Brigjen TNI Rudy Yulius Huliselan dari Dir. A Bais TNI menjadi Dir. E Bais TNI, Brigjen TNI Tisyanto, S.H. dari Dirkumad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Drs. Arief Budiarto DESS dari Pati Ahli Kasad Bid. Hukum menjadi Staf Khusus Kasad.




Brigjen TNI Sigit Yuwono dari Pati Ahli Kasad Bid. Sosial Budaya menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Chk Kusbandi, S.H., M.Hum. dari Kabid Hukum pada Asdep Koordinasi Hukum Internasional Kemenko Polhukam menjadi Asdep Koordinasi Pemberdayaan Aparatur Hukum Kemenko Polhukam, Kolonel Cpl Fajar Budijanto, S.Sos dari Paban III/Alpal Slog TNI menjadi Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan, Kolonel Ckm dr. Douglas Singkara Umboh dari Waka RSPAD GS Ditkesad menjadi Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan.




Kolonel Czi Wahyu Agung SW, S.E. dari Kabiddakon Puskon Baranahan Kemhan menjadi Kapuskon Baranahan Kemhan, Kolonel Chk Anthon Saragih, S.H., M.H dari Anggota Kelompok Hakim Militer Utama Mahkamah Agung menjadi Kepala Kelompok Hakim Militer Utama Pengadilan Militer Utama Mahkamah Agung, Kolonel Inf Ali Imron Kadir dari Paban Sahli Bid. Hukum Internasional Sahli Bid. Hukum Sahli Kasad menjadi Bandep Kolonel Cba Raharjo, S.Sos dari Paban II/ Bekum Slog TNI menjadi Kababek TNI.




Kolonel Inf Gustaf Heru Prayitno dari Paban Sahli Bid. Alutsista Sahli Bid.I Ipengtek & LH Sahli Kasad menjadi Dirdik Akademi TNI, Kolonel Inf Turmarhaban Rajagukguk dari Dankordos Seskoad menjadi Dirkersamik Sesko TNI, Kolonel Cpl Endang Sodik, M.B.A dari Paban Utama Banusia Sahli Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk.II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI.




Kolonel Chb Wahyu Agung Prayitno, S.Pd dari Athan RI di Dili/Timor Leste menjadi Athan RI di Washington DC/USA, Kolonel Chk Mulyono, S.H., S.I.P., M.H. dari Danpusdikkum Kodiklat TNI AD menjadi Dirkumad, Kolonel Inf Sakkan Tampubolon dari Pamen Denma Mabesad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Hukum, Kolonel Czi Bambang Sutrisno dari Paban IV/Faskon Slog TNI menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Sosial Budaya.




TNI Angkatan Laut 24 orang yaitu: Laksma TNI Tri Santoso dari Kapusdatin Unhan menjadi Kapuslitbangiptekhan Balitbang Kemhan, Laksma TNI Ir. Ken Chaidian dari Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Dr. Sinarta Natasamudra dari Kapusrenhab Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AL.




Laksma TNI Ir. A. Djonie Gallaran, M.M. dari Sesbaranahan Kemhan menjadi Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan Penjamin Mutu Unhan, Laksma TNI Dr. Dadang S Wirasuta, S.E., S.Psi., S.H., M.M. dari Karoum Set Unhan menjadi Sekretaris Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Unhan, Laksma TNI A.R. Tampubolon, S.H., M.H. dari Wakadilmiltama Mahkamah Agung menjadi Kadilmiltama Mahkamah Agung.




Brigjen TNI (Mar) Giyarto dari Pa Sahli Tk. II Bid. Jahrit Panglima TNI menjadi Waaster Panglima TNI, Laksma TNI Sugianto, S.E., M.AP. dari Danpuspenerbal menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Jahrit Panglima TNI, Laksma TNI I Nyoman Nesa dari Dankorsis Sesko TNI menjadi Danpuspenerbal, Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto dari Pati Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg menjadi Dankorsis Sesko TNI, Laksma TNI Ir. A. Budiharja Raden dari Penmil PTRI di New York/USA menjadi Karo Kerma Seltama Lemhannas.




Laksma TNI Sulistyanto, M.Sc. dari Karo Kerma Seltama Lemhannas menjadi Kadiskomlekal, Laksma TNI Ir. Yuhastihar dari Kadiskomlekal menjadi Penmil PTRI di New York/USA, Laksma TNI Freddy Rudolf Dicky Egam dari Dir E Bais TNI menjadi Dansatintel Bais TNI, Laksma TNI dr. Jeanne PMR Winaktu, Sp.BS. dari Kadiskesal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI dr. Adi Riyono dari Karumkital dr. RML Diskesal menjadi Kadiskesal, Brigjen TNI (Mar) Aberdy Nugrahendra dari Irbin Itjenal menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Mulyadi, S.Pi., M.AP. dari Kadisadal menjadi Staf Khusus Kasal, Kolonel Laut (E) Agus Setiadji dari Sahli A Wilnas Pangarmabar menjadi Kadisadal.




Kolonel Laut (E) Sudarsono, S.T. dari Kasubdit Matra Laut Ditkomcad Ditjen Pothan Kemhan menjadi Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Laut (K) dr. Emil Dinar Makotjo W. dari Wakamed Rumkital dr. MTH Diskesal menjadi Kapusrehab Kemhan, Kolonel Laut (P) Rudito Hadi Purwanto dari Ir Kobangdikal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg, Kolonel Laut (K) dr. Nelson Pandaleke dari Karumkital dr. MTH Diskesal menjadi Karumkital dr. RML Diskesal, dan Kolonel Laut (S) Dwi Widjajanto dari Sekdiskual menjadi Irbin Itjenal. 




TNI Angkatan Udara 30 orang yaitu : Marsdya TNI Eris Herryanto, S.I.P., M.A. dari Setjen Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsdya TNI Dede Rusamsi dari Wakasau menjadi Wagub Lemhannas, Marsda TNI Boy Syahril Qamar, S.E. dari Irjenau menjadi Wakasau, Marsda TNI Johnny FP. Sitompul dari Aslog Kasau menjadi Irjenau.




Marsda TNI Ida Bagus Anom Manuaba, S.E. dari Dankodikau menjadi Aslog Kasau, Marsda TNI Ir. A. Syahbudiono, M.Sc. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Moch. Nurullah, S.I.P. dari Waasops Kasau menjadi Dankodikau, Marsma TNI Abdul Muis dari Danlanud Adi menjadi Waasops Kasau.




Marsma TNI Djoko Setiono, S.A.P. dari Sesbadiklat Kemhan menjadi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unhan (Organisasi Baru), Marsma TNI Suparman Djapri, S.Sos., M.M, dari Dir SDM & Log Bid. II Non Akademik Unhan menjadi Sesbadiklat Kemhan, Marsma TNI Darlis Pangaribuan, M.Sc. dari Kapuslitbangiptekhan Balitbang Kemhan menjadi Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan.




Marsma TNI Ir. Agus Purnomo W. dari Kapuskon Baranahan Kemhan menjadi Sesbaranahan Kemhan, Marsma TNI Dr. Drs. Suprapto, M.Sc. dari Kapuslitbangsumdahan Balitbang Kemhan menjadi Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Marsma TNI Kusmayadi dari Wakil Komandan SSPS Unhan menjadi Kapuslitbangsumdahan Balitbang Kemhan.




Marsma TNI Yadi Husyadi dari Bandep Strategi Nasional Setjen Wantannas menjadi Bandep Rencana Kontijensi Setjen Wantannas, Marsma TNI dr. Hari Haksono, Sp. THT-KL., Sp.KP. dari Ka RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menjadi Wakapuskes TNI, Marsma TNI B. Widjanarko, M.Si. dari Athan RI di Canberra/ Australia menjadi Pati Mabes TNI, Marsma TNI Koestinarto dari Pa Sahli Tk.II Bid. Sosbud HAM Panglima TNI menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Air Power, Marsma TNI Dr. Parulian Simamora, M.Sc. dari Pati Sahli Kasau Bid. Air Power menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Sosbud HAM Panglima TNI.




Marsma TNI Heriyanto Rachman dari Waasintel Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Warsono dari Waaspam Kasau menjadi Waasintel Panglima TNI, Marsma TNI Masmun Yan Manggesa, S.E., M.B.A, dari Dir B Bais TNI menjadi Waaspam Kasau, Marsma TNI R. Rachman Rosta W. dari Dir G Bais TNI menjadi Dir A Bais TNI, Marsma TNI Rakhman Haryadi, S.A., M.B.A., M.Sc., NSS. dari Irbinsumda Itjenau menjadi Dir G Bais TNI.




Marsma TNI Dra. Ida Rudiani dari Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Pnb. Agus Munandar, S.E. dari Paban III/Lat Sopsau manjadi Danlanud Adi, Kolonel Kes Dr. Benny Hosiana L., Sp.BOT. MH. Kes dari Sesdiskesau menjadi Ka RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito.




Kolonel Pnb Wieke Syofyan dari Paban IV/Hublu Spamau menjadi Athan RI di Canberra/ Australia, Kolonel Pnb HM. Tata Hendrataka dari Sesdislambangjaau menjadi Irsumda Itjenau, Kolonel Pnb Wahyudi Sumarwoto, S.E., M.Si. dari Dirops Kodikau menjadi Pati Sahli Kasau Bid Sumdanas.




Keputusan Panglima TNI tersebut berlaku terhitung mulai tanggal 23 Januari 2013.

Kamis, 27 Oktober 2011

5 Rumah Warga Rusak Akibat Latihan Militer TNI AU


Ledakan keras terjadi di Lapangan Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Ledakan keras yang berasal dari arena latihan militer itu merusak lima rumah warga. Satu orang mengalami luka.

Sedikitnya ada sekitar lima rumah mengalami kerusakan di pemukiman sekitar Lapangan Udara Adi Sucipto, Kompleks Angkatan Udara, Yogyakarta, Jumat 28 Oktober 2011.

Kerusakan terjadi di rumah warga yang berada di daerah Palem Lor, RT01/RW01, Padukuhan, Baturetno, Bangunpapan, Kabupaten Bantul. Sumber ledakan diduga berasal dari arena latihan militer. 

Kerusakan yang terjadi memang tidak begitu berat. Genteng-genteng rumah warga terlihat jebol akibat lempengan besi panas berukuran sekitar telapak tangan orang dewasa. Belum diketahui lempengan besi itu berasal dari benda apa.

"Infonya ini karena latihan militer. Genteng kita jebol," kata Yuswiti, warga setempat.

Seorang petugas TNI Angkatan Udara yang menolak disebut namanya membenarkan bahwa peristiwa karena adanya latihan militer pagi tadi. "Kami akan mengganti dan memperbaiki rumah yang rusak," kata salah satu anggota TNI Angkatan Udara di lokasi.

Diarjo, warga lainnya mengatakan rumahnya yang rusak sudah diperbaiki oleh anggota TNI AU. Kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah. "Lalu diberi uang Rp10 ribu oleh tentaranya," kata Diarjo.

Rabu, 26 Oktober 2011

Penguatan TNI Bukan untuk Serang Negara Lain

Bandung - Pemerintah menambah terus anggaran pertahanan dari tahun ke tahun untuk memperkuat TNI dan Polri. Namun bukan berarti Indonesia bermaksud melakukan ekspansi atau untuk memicu perlombaan senjata di kawasan Asia Pasifik.

Demikian tegas Presiden SBY dalam penandatanganan MoU kerjasama produksi bersama pesawat CN 295 antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Military Industries. Acara berlangsung di PT DI, Bandung, Rabu (26/10/2011).

"Indonesia tidak ingin menghidupkan perlombaan senjata di kawasan ini, sama sekali tidak benar. Dunia juga di kawasan, Indonesia justru jadi bagian penting membangun ASEAN Community," ujar SBY.

Hingga tiga tahun ke depan, Indonesia mengangarkan dana sebesar Rp 150 triliun untuk peremajaan dan pengadaan baru alat utama sistem senjata (alutsista) untuk tiga angkatan bersenjata. Selama dua puluh tahun terakhir, peningkatan kekuatan pertahanan harus mengalah pada pos-pos kebutuhan lain mengingat masih terbatasnya keuangan negara pasca krisis moneter 1998.

"Akibatnya sebagian alutsista kita tertinggal dari yang dimiliki negara-negara lain. Negara yang punya wilayah jauh lebih kecil dari kita, memiliki alutsista yang sebagian lebih modern dan sebagian lebih banyak dibanding yang kita miliki," papar SBY.

Seiring membaiknya keuangan negara, kebutuhan untuk penguatan profil TNI bisa dijalankan. Bukan untuk bersaing dengan negara-negara tetangga atau melakukan ekspansi wilayah, melainkan demi mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dalam dinamika politik global yang terus berubah.

"Bagi Indonesia, perang jalan terakhir ketika tidak ada jalan lain. Bagi setiap perselisihan konflik, kita dahulukan cara-cara damai. Tidak ada niatan Indonesia menyerang negara lain," tegas SBY.

Selasa, 25 Oktober 2011

Oknum TNI Mengamuk, Lepas Tembakan di Kebayoran Lama


 
JAKARTA - Polisi mengamankan dua dari empat pelaku penembakan di  Jalan Delman Utara RT 9 RW 12 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, dinihari tadi.

Di antara dari pelaku yang diamankan itu diketahui seorang oknum anggota TNI bernama Pratu Rachmat Sidiq dan Zulfan.

Saat dikonfirmasi, Polres Jakarta Selatan membenarkan peristwa penembakan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif penembakan itu.

"Saya lagi mencari data, karena semuanya berada di Polsek," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan, kepada okezone, Rabu (26/10/2011).

Sementara itu selain mengamankan pelaku polisi juga menyita barang bukti yang diamankan  polisi berupa  1 selongsong FN kaliber 46, 1 magazen airsoftgun, dan 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna hitam B-1874-TKV.

Kamis, 20 Oktober 2011

Luggage Check Kontingen India oleh SEMPU



- Sesuai UNIFIL Movement Order nomor 27/11 tanggal 13 September 2011 tentang Movement Order for rotation of Indian Contingent bahwa pada tanggal 17, 19, 21, 23, 25, dan 27 Oktober 2011, Kontingen India akan melaksanakan rotasi pasukannya, dan disebutkan pula pada Movement Order tersebut bahwa satu hari sebelum pelaksanaan rotasi, maka SEMPU bersama dengan Movcon akan melaksanakan Luggage dan Cargo Check.
  
Pada tanggal 17 Oktober 2011, SEMPU mengirimkan Tim yang dipimpin oleh OIC SIS SEMPU Lettu Cpm I Nengah Sindu Darmawan untuk melaksanakan tugas tersebut. Seperti yang sudah ditentukan oleh UNIFIL, SEMPU diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang berada di dalam bagasi / koper bawaan masing-masing prajurit Kontingen India apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang diberikan seperti tidak adanya barang-barang milik UN yang terbawa, benda-benda terlarang seperti obat-obatan terlarang, senjata atau pun replika yang menyerupai senjata tersebut, benda-benda cair yang dapat menimbulkan api, maupun benda lainnya yang tercantum dalam aturan UN. Setelah dilakukan pengecekan secara fisik oleh personel SEMPU yang bertugas, kemudian bagasi yang telah menjalani pengecekan ditimbang, dicatat karena sesuai dengan regulasi bahwa berat barang bawaan bagi setiap personel yang bertugas selama 6 bulan hanya diperkenankan sebanyak 45 kg, sehingga dapat dihindari terjadi kelebihan muatan pada pesawat yang dampaknya akan sangat membahayakan bagi pesawat dan seluruh penumpang di dalamnya.
          Barang-barang yang telah melalui pengecekan dan penimbangan kemudian dimasukkan ke dalam kontainer barang, kemudian disegel oleh SEMPU dengan disaksikan oleh Movcon dan perwakilan dari Kontingen India. Pada malam harinya container tersebut dibawa bersama dengan personel menuju ke RHIA (Rafik Hariri International Airport) di Beirut.

Selasa, 11 Oktober 2011

Sempu Campaign Di Malcon

PUSPEN TNI (22/8),- Sector East Military Police Unit (SEMPU) merupakan salah satu aset dari Force Commander UNIFIL yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi Kepolisian Militer baik di bidang pemeliharaan disiplin dan tata tertib maupun di bidang penyidikan di lingkungan Sector East UNIFIL. Untuk mengenalkan tugas-tugas SEMPU dan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun tindak pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh para prajurit dari seluruh Kontingen yang bertugas di Sektor Timur UNIFIL, SEMPU melakukan sosialisasi melalui kegiatan SEMPU Campaign maupun kegiatan-kegiatan operasional SEMPU lainnya.
Pada bulan Mei lalu, SEMPU telah melakukan kegiatan sosialisasi melalui SEMPU Campaign terhadap Kontingen-kontingen yang bertugas di Sektor Timur UNIFIL, dan atas permintaan dari Letkol Hashim selaku Komandan Kontingen Malaysia, pada tanggal 18 Agustus 2011 SEMPU kembali mengadakan kegiatan SEMPU Campaign untuk melakukan sosialisasi mengenai tugas-tugas SEMPU kepada Satgas Malaysia yang baru saja menggantikan Satgas Malaysia sebelumnya di UN POS 7-4. 
Kegiatan SEMPU Campaign diawali dengan paparan mengenai tugas-tugas SEMPU yang disampaikan oleh Lettu POM Krisna Hariyanto, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Komandan SEMPU Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto sekaligus memperkenalkan para Perwira SEMPU kepada prajurit-prajurit dari Kontingen Malaysia. Paparan berikutnya disampaikan oleh Lettu Cpm Shindu Dharmawan yang menyampaikan paparan mengenai tugas-tugas SEMPU di bidang Incident Case. Setelah kegiatan paparan selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata, buka Puasa bersama serta ramah tamah.



Sempu Campaign Di Kontingen Nepal

  PUSPEN TNI (7/10),- Nepal Batalyon merupakan salah satu Kontingen Negara-negara TCC (Trops Contributing Countries) dalam UNIFIL yang baru saja melakukan rotasinya di Lebanon ini, sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap sesama Peace keeper, Sector East Military Police Unit (SEMPU) menggelar kegiatan SEMPU Campaign yang dilaksanakan di Kontingen yang baru melaksanakan rotasi tersebut dengan tujuan untuk mensosialisasikan tugas dan wewenang SEMPU dalam hal penegakkan disiplin dan tata tertib di lingkungan Sektor Timur UNIFIL untuk memelihara disiplin prajurit UNIFIL selama penugasan.
 Pada tanggal 4 Oktober 2011 kegiatan SEMPU Campaign mulai dilaksanakan di Kontingen Nepal tepatnya di UNP 8-30. Kedatangan Tim SEMPU Campaign yang dipimpin oleh Komandan SEMPU Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto, disambut oleh Komandan Nepbatt Letkol Rabin Joshi dan beberapa Perwira Staf,  yang kemudian setelah melakukan rehat sejenak sambil memperkenalkan diri tentang maksud dan tujuan kedatangan Tim SEMPU Campaign, selanjutnya Tim menuju ke ruangan yang telah disiapkan untuk pelaksanaan SEMPU Campaign.

          Pada awal pembuka SEMPU Campaign, Komandan Nepbatt memberikan sambutan terutama rasa penghormatan dan terima kasih atas kunjungan Tim SEMPU Campaign ke Nepbatt ini, kegiatan SEMPU Campaign dimulai dengan paparan pertama disampaikan oleh Pasiops Lettu Pom Krisna Hariyanto, yang menyampaikan tentang tugas-tugas yang dilakukan oleh SEMPU sebagai International Military Police di wilayah Sektor Timur UNIFIL. Paparan kedua disampaikan oleh OIC Traffic Kapten Laut (PM) Chairul Anwar yang menyampaikan tentang prosedur penanganan perkara yang berkaitan dengan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, selanjutnya paparan ketiga disampaikan oleh OIC SIS Lettu Cpm I Nengah Sindu Darmawan yang menyampaikan prosedur penanganan perkara yang berkaitan dengan penanganan kasus insiden/perkara khusus seperti civilian complain, lost UN ID, kematian ataupun perkara khusus lain.

Sempu Campaign di Kontingen Spanyol

PUSPEN TNI (10/10),- SEMPU Campaign merupakan salah satu program yang dilaksanakan SEMPU kepada Kontingen Negara-negara yang baru saja datang dan melaksanakan rotasi, sebagai bentuk usaha untuk mensosialisasikan tugas dan wewenang SEMPU dalam rangka penegakan disiplin dan tata tertib, mengurangi tingkat kecelakaan, memahami bagaimana sebagai Peacekeepers harus bersikap dan bertindak selama melaksanakan tugas pada saat berada di jalan raya yang berada di Sektor Timur ini

 Pada tanggal 6 Oktober 2011 SEMPU mengirimkan Tim SEMPU Campaign di bawah pimpinan OIC Traffic Kapten Laut (PM) Chairul Anwar bersama Pasiops SEMPU Lettu Pom Krisna Harianto dan OIC SIS (Special Investigation Section) Lettu Cpm I Nengah Sindu Darmawan, untuk melaksanakan SEMPU Campaign di BMC (Base Miguel de Cervantes) UNP 7-2 Blate. Acara yang pelaksanaannya dilaksanakan di ruang rapat TOC-1 tersebut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing unit yang berada di dalam markas Kontingen Spanyol, seperti dari G2, G4, G5, Hq Unit, Spanbatt, Cavalry Sqn, Signal Unit, Cimic Unit, ISR Unit, SMPD (Spanish Military Police Detachment), Base Unit dan CSS (Combat Special Support) Unit, dengan total kehadiran 33 orang prajurit Spanyol. Selain memberikan pengertian tentang apa dan bagaimana tugas SEMPU oleh Lettu Pom Krisna Harianto, teknis pelaksanaan tugas SEMPU dalam menyelesaikan kasus-kasus insiden oleh Lettu Cpm I Nengah Sindu Darmawan terutama tentang prosedur penangan perkara termasuk yang bersifat khusus seperti civilian complain, Lost UN ID, kematian dan lain-lain, maupun prosedur penanganan perkara yang terkait dengan kasus accident (Kecelakaan Lalin) yang secara rinci dijelaskan oleh Kapten Laut (PM) Chairul Anwar
            Selain memberikan presentasi kepada prajurit Spanyol, Tim SEMPU Campaign juga memberikan CD tentang presentasi yang telah disampaikan kepada mereka agar dapat dijadikan informasi dan pengetahuan kepada rekan-rekan mereka yang lain yang tidak dapat hadir pada acara SEMPU Campaign tersebut, sehingga tujuan untuk memperkenalkan fungsi dan tugas SEMPU serta kegiatan yang ditangani khususnya dalam hal investigasi pada kasus insiden dan accident dapat mereka pahami, sehingga dapat membantu penyelesaian kasus mereka yang akan dihadapi oleh SEMPU nantinya.

Rabu, 05 Oktober 2011

Meneguhkan Profesionalisme


Pada 5 Oktober 2011 tepat 66 tahun usia Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tentara yang lahir dari kancah perjuangan bersenjata melawan penjajahan ini terus bertambah dewasa baik dari sisi usia maupun perannya.

Sejumlah pesan penting, selalu terngiang di hari kelahiran TNI. Seperti kedekatan TNI dengan rakyat, profesionalisme serta kemampuan militer dalam menghadapi ancaman terkini.

Arah menuju profesionalisme sudah dicanangkan sejak reformasi bergulir, termasuk pencabutan dwi fungsi ABRI - sebutan pada masa Orde Baru -- dan larangan institusi TNI melakukan bisnis.

Namun profesionalisme harus tetap didukung dan didasari semangat bersama, bukan semata-mata ada di pundak TNI. Sipil, dalam hal ini politisi, birokrat atau pun pengusaha, juga harus memenuhi koridor yang ada dan jangan menyeret-nyeret TNI dalam wilayah sipil. Politik praktis yang berusaha dihindari militer, tak akan berjalan tanpa dukungan dari sipil.

Bila melihat perkembangan terbaru, tugas TNI secara profesional juga bakal bertambah berat. Sejumlah masalah perbatasan dengan negara tetangga, serta isu baru yaitu terorisme juga memerlukan peran serta TNI.

Dalam perang melawan terorisme, sebagaimana diamanatkan undang undang, peran penindakan sepenuhnya berada di tangan Polri. Namun dengan makin canggih, luasnya jaringan dan nekatnya pelaku terorisme, TNI perlu juga dilibatkan baik dalam konteks deteksi dini dan intelijen kontraterorisme.

Berbicara profesionalisme tentu juga mencakup penyediaan peralatan modern bagi TNI guna mendukung tugas-tugas mereka, serta dukungan kesejahteraan bagi prajurit.

Dari sisi persenjataan. Di tengah keprihatinan menuanya sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista), dalam kurun waktu 10 tahun terakhir penyediaan sarana guna mencapai minimum essential force (MEF) terus diupayakan.

Mulai dari kedatangan korvet Sigma dari Belanda, tambahan pesawat Sukhoi asal Rusia, kehadiran kapal LPD dari Korea Selatan dan PT PAL, serta heli MI 17 dari Rusia. Termasuk di dalamnya 154 panser angkut pasukan Anoa, karya anak negeri PT Pindad.

Belum lagi kontrak-kontrak baru pengadaan alutsita yang akan berdatangan ke tanah air hingga 2014 mendatang, seperti pesawat Super Tucano dari Brasil, pesawat T 50 dari Korea Selatan, dan yang terbaru tiga unit kapal selam, juga dari Negeri Ginseng.

Kesemua peralatan modern tersebut tentu saja memerlukan pemeliharaan dan perawatan yang tidak murah dari sisi biaya, dan tenaga ahli dari sisi sumber daya manusia. Di sini profesionalisme dalam pengertian keahlian profesi, mutlak diperlukan. TNI harus memiliki tenaga-tenaga ahli dengan skil mumpuni untuk mengoperasikan peralatan yang dibeli dari uang rakyat dengan harga sangat mahal.

Dari perpekstif perkembangan militer di kawasan sekitar, seperti, Australia, Singapura, Malaysia, Filiphina dan Vietnam, mereka juga terus memodernisasi persenjataannya. Walau dalam kondisi damai, tapi belanja persenjataan memiliki korelasi dengan kestabilan politik dan kekuatan deterence bagi negara sekitar.

Profesionalisme tentu juga tidak bisa dilepaskan dari masalah kesejahteraan. Peran militer yang sering harus ‘mencuri-curi’ kesempatan dengan profesi ganda, tak lepas dari masalah kesejehtaraan ini.

Langkah mengembalikan TNI pada khitahnya ini juga harus disertai kebijakan yang tegas dari pemerintah. Jangan sampai arena bisnis yang sudah ditinggalkan TNI seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme, justru menjadi arena bagi bagi institusi lain. yang ujung-ujungnya memancing keceburuan.

Pemerintah sudah membuat kebijakan dengan remunerasi dan peningkatan standar gaji, sebagai salah satu langkah mensejahterakan TNI. Tentu saja, kebijakan ini harus diiringi dengan penyediaan sarana dan prasarana bagi anggota TNI.

Bobroknya kondisi asrama atau rumah dinas TNI seolah menjadi cerita muram bagi militer. Kondisi yang terjadi di hampir seluruh negeri ini patut menjadi perhatian khusus. Jangan sampai negara hanya bisa menuntut, tapi prajurit TNI sendiri masih harus pusing memikirkan tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.

Maka peringatan HUT TNI yang jatuh pada setiap tanggal 5 Oktober ini, hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali profesionalisme militer Indonesia dalam menghadapai berbagai tantangan ke depan. Selamat ulang tahun TNI.

Membangun Kembali Kekuatan TNI



PERINGATAN Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia ditandai dengan semangat untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan militer yang bertugas melindungi segenap Tanah Air. Secara bertahap alat utama sistem pertahanan (alutsista) diperbarui agar sesuai dengan tantangan zaman.

Selama bertahun-tahun kita membiarkan kekuatan militer yang ada, sehingga membuat kita tampak tidak berdaya. Anggaran yang ada pun seringkali dipakai tanpa arah pembangunan alutsista yang terarah.

Sekarang Kementerian Pertahanan mendapat tugas untuk menyusun penyediaan alutsista yang diperlukan untuk memperbaiki kekuatan militer kita. Bersama tiga matra darat, laut, dan udara yang akan menjadi pengguna, dirumuskan cetak biru pengadaan alutsista untuk beberapa tahun mendatang.

Mahalnya harga peralatan militer membuat kita tidak bisa memperbaruinya sekaligus. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan agar ada kesinambungannya diperlukan cetak biru pembangunan alusista yang jelas.

DPR sebagai mitra pemerintah ikut mengawasi penyusunan cetak biru dan pelaksanaan pengadaannya. Sebagai pihak yang ikut menentukan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, DPR harus bisa menjamin bahwa pembangunan alutsista benar-benar terarah untuk menghasilkan kekuatan militer Indonesia yang cukup disegani.

Arah kebijakan yang ditetapkan Kementerian Pertahanan dengan jelas menggariskan, pengadaan alutsista tidak dilakukan hanya dengan membeli dari luar. Kita ingin memberdayakan industri strategis yang dimiliki, sehingga ketergantungan kepada negara lain bisa dikurangi.

Pola kerja sama produksi dengan negara-negara produsen peralatan militer terus dijajaki. Presiden meminta agar kerja sama dengan negara yang mau melakukan produksi bersama dengan industri strategis dalam negeri didahulukan. Kita ingin pengadaan alutsista diikuti dengan peningkatan kemampuan putra-putra Indonesia dalam penguasaan teknologi militer.

Kita memiliki industri strategis yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan militer yang andal. Kita punya PT Pindad untuk pengadaan kebutuhan militer bagi Angkatan Darat. Kita punya PT PAL yang mampu membangun kapal-kapal yang kuat. Kita juga punya PT Dirgantara Indonesia yang menghasilkan pesawat militer untuk negara-negara di kawasan.

Hanya selama ini kita tidak memedulikan keberadaan mereka. Baru ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta TNI untuk memanfaatkan PT Pindad dalam pengadaan panser, terbuka kembali mata kita bahwa industri strategis yang kita miliki cukup andal. Kita hanya membutuhkan kemauan politik yang kuat untuk membuat kita tidak terlalu harus tergantung pada bangsa lain.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah godaan terhadap penggunaan anggaran. Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, maka ketidakhati-hatian dalam pengelolaan uang akan membuat keinginan untuk membangun kembali kekuatan militer yang diandalkan, bisa hanya menjadi impian.

Apalagi di tengah situasi besar di mana kebiasaan untuk mengakali anggaran begitu besar. Berbagai kasus yang terjadi di kementerian dan Badan Anggaran DPR sekarang ini menunjukkan bahwa godaan untuk terjadinya kebocoran dan pemborosan anggaran sangat kuat.

Tentunya TNI tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan untuk bisa membangun kekuatan militer yang diandalkan. Kebiasaan lama untuk mendapatkan imbalan atau kick-back dari pengadaan alutsista harus ditinggalkan. Seperti sering diingatkan Presiden, Kementerian Pertahanan tidak boleh lagi menjadi kementerian yang "bobo", bocor dan boros.

Kesempatan untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan yang bisa diandalkan ada di depan mata. Sekarang tinggal terpulang kepada TNI sendiri untuk bisa atau tidak memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

Pilihan untuk menyediakan anggaran yang lebih bagi pembangunan kekuatan militer bukanlah perkara yang mudah. Namun kita menyadari bahwa kita tidak mungkin pula untuk tambal-sulam seperti sekarang. Harus ada konsep pembangunan TNI dan pengadaan alutsistanya secara jelas.

Kita memang diingatkan oleh pemeo "kalau kita mau perdamaian, maka kita harus siap berperang". Kita membangun kembali kekuatan militer bukanlah untuk gagah-gagahan. Kita hanya tidak mau lagi dilecehkan oleh negara-negara lain sebagai negara besar yang tidak berdaya.

Dirgahayu ke-66 Tentara Nasional Indonesia!

Selasa, 04 Oktober 2011

TNI Pamer Alutsista di Hari Ulang Tahunnya ke-66



Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan hari ulang tahunnya ke-66 pada hari ini, Rabu 5 Oktober 2011. Dalam perayaan HUT TNI kali ini pasukan upacara akan menggelar beberapa alat utama sistem senjata (alutsista).

Perayaan yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur ini dimulai tepat pukul 09.00
WIB. Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam acara tersebut. Hadir pula para pejabat TNI seperti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, KSAL Laksamana TNI Soeparno dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat. Selain itu sejumlah menteri di kabinet tampak hadir.

HUT TNI ke 66 ini bertema "Dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI".

Sejumlah alutsista yang dipamerkan diantaranya empat pucuk peluru kendali (Rudal) PORRAD Datasemen Artileri Pertahanan Udara (Denarhanud) Rudal 003/Kodam Jaya. Delapan unit Kendaraan Taktis (rantis) ANOA (empat unit putih dan empat unit loreng) batalyon infanteri mekanis 201/kodam jaya. Dua unit roket multi laras 70 grade marinir. Empat unit BMP tiga F marinir. Dua unit HOWITZER Marinir. Dua unit LVT-7 Marinir. Dua unit Radar Portable Paskhas. Tiga Unit Helikopter TNI (1 MI 35 TNI AD, satu unit Bell TNI AL, dan satu unit Super Puma TNI AU).

Perayaan ini juga diwarnai oleh aksi demonstrasi dari para anggota TNI seperti Fly Pass Pesawat Tempur TNI AU, Free Fall, Beladiri Militer Yong Moodo, Beladiri Militer MAA, Rampak Bedug dan Tarian Papua. Terakhir acara tambahan yakni penandatanganan sampul hari pertama perangko seri TNI.

Bagaimana Militer Menghormati Demokrasi


TAK ada yang menyangkal, tiga belas tahun perjalanan reformasi TNI (1998-2011) telah banyak capaian dalam konteks relasi sipil-militer yang lebih senapas dengan tuntutan demokrasi, di antaranya pengakuan TNI atas supremasi sipil, jaminan netralitas TNI dalam politik praktis, atau komitmen politik TNI untuk tidak berafiliasi dengan parpol tertentu.

Namun, kita juga tak bisa menutupi, masih terdapat berbagai proses terkait komitmen TNI dalam konteks supremasi sipil, khususnya penegakan hukum atas penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM yang ditengarai melibatkan TNI, seperti kasus penculikan aktivis, kasus Trisakti, kasus Talangsari, kasus Tanjung  Priok, dan berbagai kasus lainnya.

Penegakan hukum sebagai bagian dari tradisi demokratis adalah perkara penting dalam mewujudkan militer profesional. Untuk kasus ini, kita mesti belajar dari Venezuela.

Di Venezuela sebagian unsur militer justru menjadi agen perubahan dan demokrasi yang sangat penting. Meski rakyat sipil (civil society) tetap menjadi ujung tombak demokrasi, namun para prajurit di negeri Hugo Chavez ini dikenal sebagai penjaga tradisi demokrasi.

Meski 36 persen penduduk Venezuela berpendapatan kurang dari 1 dolar/hari, Venezuela  tersohor sebagai negeri yang tradisi demokrasi liberalnya paling kuat di Amerika Latin.

Dalam Understanding the Venezuelan Revolution (Monthly Review Press, 2005), Marta Harnecker menunjukkan, faktor penting yang menginisasi karakter demokrasi di tubuh militer Venezuela adalah pendidikan dan penguatan tradisi demokrasi yang diajarkan di Akademi Militer Venezuela, sejak negeri ini lepas dari penjajahan Spanyol.

Hal ini sangat berbeda dengan tradisi militer Indonesia. Cikal bakal TNI adalah pasukan-pasukan yang didirikan oleh kekuatan kolonial Belanda (KNIL) dan fasisme Jepang (PETA). Setelah program rasionalisasi tahun 1948, kedua warisan tradisi militer kolonial di atas kental terbawa hingga era Orde Baru.

Menurut Dita Indah Sari (2005), di samping intervensi politik, keterlibatan militer dalam bidang ekonomi, terutama sejak Presiden Soekarno menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di tahun 1957 (yang dikenal sebagai ‘Politik Benteng’), telah membuat sejumlah perwira TNI bertransformasi menjadi kapitalis bersenjata.

Kondisi ini tentu berperan penting dalam menghambat transformasi karakter positif ‘doktrin tentara pejuang’ yang diwariskan oleh revolusi nasional dalam tubuh TNI.

Berbeda dengan Venezuela, demokrasi liberal di Indonesia dalam sejarahnya tidak  pernah menjadi tradisi dan prinsip politik dominan dalam kehidupan TNI.

Kekuatan-kekuatan sipil yang tampil dalam berbagai bentuk politik aliran dalam periode pasca kemerdekaan, menemui ajalnya di tahun 1965. Ruang politik bagi oposisi disumbat rapat, yang hanya mampu dijebol 32 tahun kemudian.

Reaksi  balik yang drastis terhadap tentara pascajatuhnya Soeharto sedikit banyak telah memaksa TNI untuk melakukan koreksi atas doktrin dan praktiknya selama ini.

Namun proses ini selalu terhambat oleh keengganan para politisi sipil untuk menuntaskan problem-problem besar masa lalu yang bisa menjadi refleksi bagi agenda reformasi TNI.

Menurut Harnecker, pengaruh gagasan Simon Bolivar dalam pemikiran militer Venezuela amat kuat. Bolivar adalah tokoh yang paling legendaris dalam sejarah perjuangan rakyat Amerika Latin melawan kolonialisme Spanyol.

Bolivar selalu menyeru kepada militer dan rakyatnya tentang pentingnya persatuan Amerika Latin dalam melawan kolonialisme Eropa dan Amerika, dan mayakini bahwa demokrasi adalah sistem politik yang dapat memberi kebahagiaan tertinggi kepada rakyat.

Pejuang legendaris Amerika Latin ini juga menekankan, tidak boleh ada militer yang ingin menggunakan senjatanya untuk menentang rakyat. Gagasan ini, hingga kini masih dipegang teguh oleh militer Venezuela.

Seperti Bolivar, Panglima Besar Jenderal Sudirman sesungguhnya juga telah meletakkan fondasi kokoh bagi TNI sebagai tentara rakyat dan alat negara; sebuah doktrin penting yang menjadi dasar bagi pembentukan militer profesional yang menghormati prinisp demokrasi dan supremasi sipil.

Pengalaman Venezuela (dan Indonesia di masa revolusi) memberi kesimpulan pada kita, reformasi militer sangat bergantung pada seberapa besar demokrasi dihormati oleh semua pihak, termasuk oleh tentara.

Minggu, 02 Oktober 2011

650 Prajurit TNI AD Tiba di Trisakti


Setelah genap setahun bertugas di perbatasan RI-Malaysia, Minggu (2/10/2011), 650 prajurit TNI kembali. Mereka dikabarkan telah tiba di pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Dengan menumpang KRI Teluk Perigi bernomor lambung 539, pasukan yang sebelumnya ditugaskan di wilayah Kabupaten Nunukan, Kaltim, berangkat sejak Kamis (29/9) dari Tarakan.

"Kondisi sehat, rasanya sangat rindung bertemu anak-istri," ujar Anom, satu prajurit dari Kodim 1011/Kualakapuas.

Sebanyak 650 anggota TNI yang baru tiba itu merupakan pasukan gabungan dari sejumlah bataliyon infanteri. Mereka berasal dari Yonif 623/Bhakti Wira Utama, Yonif 621 Manuntung, Detasemen Kavaleri I/Macan Balikpapan, dan Yonif 631/Antang.